Pendeta batalion, Pierrepoint Edwards, dalam laporannya pada 1919, mengklaim ia menemukan jenazah para prajurit yang hilang. Menurut Edwards, hanya 2 jenazah yang dapat diidentifikasi yaitu prajurit Barnaby dan Carter. Edwards menemukan jenazah itu di sekitar area pertempuran, sekira 731 meter dari garis depan Turki.
Lebih lanjut, sang pendeta menyampaikan, warga setempat yang memiliki lahan pertanian melaporkan bahwa ladangnya dipenuhi jenazah para prajurit Inggris sesaat setelah pertempuran. Sang petani mengaku membuang jenazah-jenazah tersebut ke sebuah jurang. Entah mengapa, laporan pendeta ini justru tidak dipercaya.
Apakah para prajurit ini terbunuh di medan pertempuran dan jenazah mereka tidak dapat ditemukan, atau mereka meninggal dunia di kamp atau menemui takdir yang aneh, hilangnya batalion Norfolk masih menjadi misteri hingga kini.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.