JAKARTA - Kapolres Metro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, pihaknya menjaga ketat kediaman Muhammad Al Azhar alias Joya (30) di Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Joya dikeroyok dan dibakar hidup-hidup lantaran dituduh mencuri satu unit amplifier milik musala Al Hidayah
"Kami polisi tiap hari berjaga di rumahnya supaya aman dan nyaman," ucap Asep kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Joya meninggalkan seorang istri Zubaidah yang hamil muda serta seorang anak berumur kurang lebih 5 tahun yang tinggal di Kampung Jati. Peristiwa itu menyedot perhatian publik dan banyak yang simpati untuk membantu anak Joya yang tewas mengenaskan.
"Kami beri masukan supaya bantuan dikelola dengan baik. Pemda (Bekasi) juga perhatian supaya tepat bantuannya agar bantuannya sesuai. Masih ada anak 5 tahun dan anak dalam kandungan," tuturnya.
Baca juga: Sosok Joya Pria yang Tewas Dibakar Hidup-Hidup di Mata Adik Kandungnya
Asep tidak mempersoalkan bantuan yang terus mengalir dari masyarakat untuk anak dan istri Joya. Ia akan terus mendampingi keluarga Joya sekaligus mengawasi alur bantuan agar tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
"Ini adalah respons sosial yang baik, meski dia (Joya) pelaku, dia adalah manusia yang harus dilindungi HAM-nya, dan benar ada bantuan," ujar Asep.
(Ranto Rajagukguk)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.