Terkait dengan kritik yang menyebut pemerintah telah kecolongan melakukan penyaringan distribusi konten, Enda menyampaikan pandangannya. Menurutnya, jagat internet merupakan sebuah rimba raya yang besar, sehingga mustahil untuk menyaring semua konten digital yang berseliweran. Maka, reaksi cepat Kemkominfo dalam merespons kejadian ini, menurut Enda adalah hal terbaik yang dapat dilakukan Kemkominfo sebagai otoritas.
"Mustahil untuk mengecek semua informasi. Pemerintah sekarang melakukan peran sebagai penjaga gawang. Kalau ada masalah, ya ditindaklanjuti, ditanggapi reaktif," ungkap Enda kepada Okezone, Rabu (8/11/2017).
Melindungi Diri dari Dampak Buruk Internet
Sebesar apapun dampak buruk yang mungkin muncul dari penggunaan internet, sebesar itu pula hal positif yang dapat diambil dari pemanfaatan internet. Menumbuhkan kesadaran dalam diri sendiri menjadi penting.
Enda mengatakan, selain upaya penjaringan digital yang dilakukan otoritas terkait, masyarakat sebagai pengguna internet harus pula memahami bagaimana internet bekerja. Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan akses internet dengan bijak.
"Di sisi lain adalah memberikan pendidikan, pengertian tentang penggunaan teknologi digital oleh anak-anak. Menggunakan sosmed dengan bijaksana, teknologi digital dengan bijaksana," kata Enda.
Menurut Enda, sebagai bentuk media baru --dimana kebebasan akses informasi dan konten menjadi unsur utamanya, internet memiliki karakteristik yang unik.
Berbeda dengan bentuk media lain seperti televisi atau radio yang menjadikan para penggunanya audiens pasif, internet justru menjadikan para penggunanya sebagai audiens aktif yang memiliki kuasa penuh atas konten dan informasi apa yang ingin mereka akses.