Image

Rampung Diperiksa KPK, Rohadi Akui Serahkan Mobil Hasil Gratifikasi ke Keluarga Bupati Indramayu

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 20:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 15 337 1814715 rampung-diperiksa-kpk-rohadi-akui-serahkan-mobil-hasil-gratifikasi-ke-keluarga-bupati-indramayu-sCky3MeE4o.jpg Rohadi saat usai menjalani pemeriksaan KPK (Foto: Arie Dwi/Okezone)

JAKARTA - Mantan Panitera Pengganti‎ Negeri Jakarta Utara, Rohadi mengakui pernah memberikan mobil bermerk Pajero Sport hasil dugaan gratifikasi terkait pemulusan perizinan pembangunan Rumah Sakit Reysa, kepada Bupati Indramayu, Anna Sophanah.

‎Kata Rohadi, penyerahan mobil tersebut dilakukan di sebuah rumah makan di daerah Jakarta Pusat bersama dengan keluarga Bupati Indramayu yang diantaranya, Anna Sophanah; suaminya, Irianto MS Syafiuddin alias Yance; dan anaknya, Daniel Muttaqien.

"Untuk izin ‎rumah sakit dan kawasan. Hanya yang menerima STNKnya, Daniel Muttaqien, anaknya Pak Yance," kata Rohadi usai diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

 (Baca: Rohadi Akui Titipkan STNK Mobil Dugaan Gratifikasi Bupati Indramayu ke Daniel Muttaqien)

Saat ini, kata Rohadi, mobil dugaan gratifikasi milik Anna tersebut telah disita oleh penyidik KPK sebagi barang bukti yang nantinya akan memperkuat konstruksi perkara Eks Panitera Pengganti Jakarta Utara itu.

"(Mobilnya) sudah disita (KPK). Percayakan sama KPK (untuk mengusutnya)," tandasnya.

Yance merupakan mantan Bupati Indramayu selama dua periode. Dia pernah menjadi tersangka dalam kasus korupsi pembebasan lahan seluas 82 hektar untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumur Adem, Indramayu.

‎Sedangkan Daniel sendiri saat ini tengah menjadi perhatian publik karena disodorkan DPP Partai Golkar untuk menjadi bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Sementara Rohadi ditetapkan sebagai tersangka atas tiga kasus korupsi berbeda. Pertama, Rohadi diduga menerima suap pengurusan perkara pedangdut Saipul Jamil.

Selanjutnya, Rohadi juga ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi dalam kapasitasnya sebagai panitera PN Jakut dan PN Bekasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Terakhir Rohadi ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) lantaran diduga menyamarkan sejumlah aset yang diduga diperoleh dari hasil korupsi.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini