SOLO - Massa peserta aksi "Solo Untuk Indonesia" dari berbagai elemen muslim yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) terus berdatangan ke Bunderan Gladak. Meski diguyur hujan cukup deras, aksi penolakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tetap bergema di Solo.
Pantauan Okezone di Bunderan Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, sekira pukul 13.20 WIB, hujan mengguyur lokasi aksi penolakan pengumuman Pemerintah Amerika Serikat soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
(foto: Bramantyo/Okezone)
(Baca Juga: Jokowi Kecam Pengakuan Sepihak Amerika Serikat Soal Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel)
Awalnya, massa aksi yang mengecam Amerika Serikat terkait pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel memilih untuk berteduh karena hujan lebat. Ada yang berteduh di kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Solo dan ada pula yang berteduh di parkir sebuah gereja.
Namun, massa pun berangsur-angsur nekat menerobos hujan untuk menggelar aksi penolakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Banyak peserta aksi yang menggunakan jas hujan dan ada pula yang nekat hujan-hujanan.