Image

Diguyur Hujan, Aksi Penolakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel Bergema di Solo

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 16:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 08 512 1827378 diguyur-hujan-aksi-penolakan-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel-bergema-di-solo-076xGopBnz.jpg Demo Penolakan Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel di Solo (foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Massa peserta aksi "Solo Untuk Indonesia" dari berbagai elemen muslim yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) terus berdatangan ke Bunderan Gladak. Meski diguyur hujan cukup deras, aksi penolakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tetap bergema di Solo.

Pantauan Okezone di Bunderan Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, sekira pukul 13.20 WIB, hujan mengguyur lokasi aksi penolakan pengumuman Pemerintah Amerika Serikat soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

(foto: Bramantyo/Okezone)

(Baca Juga: Jokowi Kecam Pengakuan Sepihak Amerika Serikat ‎Soal Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel)

Awalnya, massa aksi yang mengecam Amerika Serikat terkait pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel memilih untuk berteduh karena hujan lebat. Ada yang berteduh di kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Solo dan ada pula yang berteduh di parkir sebuah gereja.

Namun, massa pun berangsur-angsur nekat menerobos hujan untuk menggelar aksi penolakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Banyak peserta aksi yang menggunakan jas hujan dan ada pula yang nekat hujan-hujanan.

Bahkan di antara para perserta aksi demo itupun ada yang tetap menggendong anak, meski hujan terus mengguyur. Semangat para perserta aksi bertambah, saat mobil komando tempat orator menyampaikan aspirasinya terparkir di depan Gedung DPRD.

(foto: Bramantyo/Okezone)

Selain massa dari elemen Islam, terlihat juga sejumlah massa dari salah satu partai politik ikut dalam aksi tersebut. Sekertaris DSKS Endro Sudarsono mengatakan, tuntutan mereka sudah sangat jelas. Mereka mengecam sikap kebijakan politik Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel, yang ditunjukan dengan memindah Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Apa yang dilakukan Donald Trump mengguncang perdamaian dunia. Kami masyarakat muslim Surakarta tetap berharap Presiden Jokowi terus menggalang kekuatan dari dunia luar untuk menekan Amerika Serikat mempertimbangkan pengakuan tersebut," papar Endro di sela aksi demo, di Bunderan Gladak, Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/12/2017).

(Baca Juga: Kenakan Syal Palestina, Anies Kecam Pemerintah AS soal Yerusalem)

(foto: Bramantyo/Okezone)

Tak hanya itu, elemen muslim Surakarta pun, ungkap Endro, mendesak Presiden Jokowi untuk berani memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Amerika Serikat terkait masalah Yerusalem tersebut. Sebab, dengan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, berarti pemerintah Amerika Serikat mendukung agresi militer Israel terhadap Palestina.

"Kami juga meminta pada umat muslim di dunia untuk merapatkan kekuatan. Karena, banyaknya penolakan itu akan menimbulkan sikap arogansi Israel terhadap rakyat Palestina," terangnya.

Saat ini, massa masih menggelar aksi penolakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel di Bunderan Gladak, namun lalu lintas masih terpantau ramai lancar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini