Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tradisi Natal di Berbagai Negara, Enggak Jauh Beda dengan Indonesia

Hotlas Mora Sinaga , Jurnalis-Senin, 25 Desember 2017 |06:31 WIB
Tradisi Natal di Berbagai Negara, <i>Enggak</i> Jauh Beda dengan Indonesia
Perayaan Natal. (Foto: Getty Images)
A
A
A

4. Zimbabwe

Setelah beribadah di Gereja pada malam Natal, masyarakat Zimbabwe biasanya menggelar pesta di rumahnya masing-masing. Kerabat sampai famili diundang untuk makan dan minum bersama. Pesta ini bisa dilakukan sejak malam hingga pagi menjelang.

Makanan spesial yang dikonsumsi saat Natal di sana ialah ayam dengan nasi. Hal itu karena ayam adalah bahan makanan yang sangat mahal di Zimbabwe.

Musik-musik bervolume kencang biasa terdengar dari speaker stereo yang ditaruh di depan rumah mereka. Tidak hanya lagu natal, tapi juga lagu pop terbaru hingga lawas dari benua Afrika.

Kartu Natal yang digunakan di Zimbabwe juga sangat khas Afrika. Salah satunya dihiasi gambar binatang-binatang liar.

5. Korea Selatan

Sangat berbeda dengan Korea Utara yang melarang keras Natal dan menggantikannya dengan perayaan kelahiran nenek Kim Jong Un, Korea Selatan justru menjadikan Hari Natal sebagai libur nasional. Saat itu, lampu-lampu akan menghiasi jalanan hingga mal-mal di Ibu Kota Seoul.

Di sana, Sinterklas atau Santa Claus dipanggil Santa Kollosu. Jika biasanya Sinterklas memakai baju merah dan putih, di Korsel para santa memakai biru atau merah.

 

(Foto: Getty Images)

Tradisi bertukar hadiah adalah hal populer di sana. Namun memberi uang yang paling sering dilakukan.

Dalam bahasa Korea, selamat Natal di sana berarti 'Seongtanjeol jal bonaeyo' atau 'Jeulgaeun krismas doeseyo'. Sementara untuk orang Kristen, memakai 'Sungtan chukhahaeyo' untuk mengucapkan selamat atas lahirnya Yesus.

6. Selandia Baru

Kebanyakan masyarakat di Selandia Baru merayakan Natal di pantai. Rata-rata mereka berkemah di sana, namun ada juga yang memesan kamar penginapan.

Sejak pertengahan November, di negara tetangga Australia itu ada rentetan tradisi parade Sinterklas dengan iringan marching band. Karena cuaca di sana panas, para Sinterklas biasanya menggunakan 'jandals' (sandal).

Jandals sendiri berasal dari dua kata yakni 'Japanese Sandals' atau Sandal Jepang. Alas kaki itu sudah populer di Selandia Baru sejak akhir 1950-an dan menjadi hadiah Natal yang populer di sana.

Tidak hanya cemara, pohon Kiwi juga bisa jadi pohon Natal tersendiri bagi mereka sejak pertengahan 1800-an. Dinamai Pōhutukawa, pohon kiwi yang tumbuh sangat besar dan berbunga merah cerah bisa menjadi dekorasi dan desain pada kartu Natal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement