Share

PAN dan PKS "Selingkuh", Bagaimana Nasib Demokrat di Pilgub Jabar?

Fadel Prayoga, Okezone · Selasa 26 Desember 2017 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 26 525 1835883 pan-dan-pks-selingkuh-bagaimana-nasib-demokrat-di-pilgub-jabar-un2FYSzrC2.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) telah menyepakati koalisi bersama di agenda Pilkada serentak 2018. Salah satu daerahnya yaitu Provinsi Jawa Barat.

Padahal, PKS dan PAN sebelumnya sudah sepakat maju bersama di Pilgub Jabar dengan Nama Koalisi Zaman Now. Koalisi itu mengusung Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu di kontestasi politik di Tanah Pasundan tersebut. Hal itu merujuk kepada surat rekomendasi yang dikeluarkan DPP Partai Demokrat.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya mengatakan, pihaknya menghormati sikap dari DPP PKS dan PAN yang merubah sikap politiknya dalam perebutan kursi Jabar 1. Oleh karena itu, Partai Demokrat akan memulai komunikasi dengan Partai Golkar, PPP dan PDIP untuk membuka peluang koalisi baru.

(Baca Juga: Golkar Tak Gentar Hadapi Koalisi Gerindra Cs di Pilgub Jabar)

"Keputusannya akan disampaikan setelah hari Rabu, 27 Desember 2017," ujarnya kepada Okezone, Selasa (26/12/2017).

Ia menambahkan, dalam berbagai kesempatan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu selalu menyampaikan kondisi di antara mereka yang sudah saling cocok dalam hal apapun.

"Di antara mereka berdua telah saling berbaur dengan tanpa ganjalan apapun juga," imbuhnya.

(Baca Juga: Koalisi Gerindra dengan PKS & PAN Mengarah Positif di Pilgub Jabar)

Apabila, lanjut dia, pada akhirnya DPP PKS memutuskan untuk tidak mendukung paslon Gubernur dan Cawagub, Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu, maka pihaknya menghaturkan ucapan rasa terima kasih kepada seluruh seluruh kader partai berlambang bulan sabit kembar tersebut yang telah mendukung Deddy Mizwar kala mendampingi Ahmad Heryawan.

"Maka pengalaman memimpin bersama-sama dengan Kang Aher akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat dan berguna untuk melanjutkan kembali program-program pembangunan yang telah dicapai oleh Kang Aher sebelumnya," pungkasnya.

 

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini