Anggota Kongres Guatemala Diciduk atas Tuduhan Pembunuhan Dua Jurnalis

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 15:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 14 18 1844703 anggota-kongres-guatemala-diciduk-atas-tuduhan-pembunuhan-dua-jurnalis-WEewOk1AwP.jpg Salah seorang anggota kongres Guatemala yang dituduh menjadi dalang pembunuhan dua jurnalis, Julio Juarez Ramirez. (Foto: Reuters)

GUATEMALA CITY - Kejaksaan Agung Guatemala pada Sabtu 13 Januari mengonfirmasi bahwa terdapat penangkapan terhadap anggota kongres, Julio Juarez Ramirez. Ramirez ditangkap akibat tuduhan perencanaan pembunuhan terhadap dua wartawan pada 2015.

Jaksa dan penyidik bersama Komisi Internasional Menentang Impunitas di Guatemala mengatakan bahwa politisi tersebut mengatur serangan terhadap wartawan yang bernama Danilo Efraín Zapón López dan Federico Benjamín Salazar Gerónimo, yang terbunuh pada Maret 2015.

BACA JUGA: 3 Pria Didakwa Membunuh Jurnalis Anti-Korupsi Malta

Ramirez ditangkap pada Sabtu 13 Januari pagi waktu setempat di dekat rumahnya di distrik selatan Suchitepéquez dan dipindahkan ke Guatemala City, ibu kota negara Amerika Tengah. Dia mempertahankan ketidakterlibatannya saat dia ditangkap.

"Dia yang tidak melakukan apa-apa tidak akan takut apa-apa, itu sebabnya saya ada di sini atas nama Tuhan, yang akan membersihkan semuanya. Bicaralah dengan pers Suchitepéquez dan Anda akan menyadari bahwa saya tidak pernah, tidak pernah, memiliki masalah dengan pers," ungkap Ramirez, dilansir dari Reuters, Minggu (14/1/2018).

BACA JUGA: Unjuk Rasa Kasus Pembunuhan Wartawan Anti-Korupsi, Demonstran Tuntut Komisioner Polisi Malta Dicopot

Ramirez menjabat sebagai Wali Kota San Antonio La Union dari 2012 sampai 2015, sebelum memenangkan kursi kongres pada 2019. Menurut penyidik, salah satu korban yaitu López, yang adalah seorang jurnalis untuk surat kabar Prensa Libre, diserang karena sedang mengerjakan sebuah berita tentang korupsi di pemerintahan Ramirez.

Pada Desember 2017, Departemen Keuangan Amerika Serikat menduga Ramirez terlibat dalam serangan tersebut berdasarkan Undang-Undang Akuntabilitas Intelijen Global Magnitsky.

Media lokal melaporkan pada 2015 bahwa Ramirez menggambarkan dirinya sebagai teman López dan mengaku bertemu dengannya pada hari López terbunuh.

"Itulah mengapa mereka ingin menyelidiki saya, tapi saya tidak terlibat dengan itu semua," tukas Ramirez kepada media setempat.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini