8 Mayat Nyaris Busuk Ditemukan dalam Perahu Hantu yang Terdampar di Jepang

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Selasa 16 Januari 2018 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 16 18 1845860 8-mayat-nyaris-busuk-ditemukan-dalam-perahu-hantu-yang-terdampar-di-jepang-B3nA3mmdPv.jpg Perahu hantu di Jepang. (Foto: AFP)

TOKYO - Sebuah perahu rusak kedapatan terdampar di perairan Jepang dengan membawa delapan jenazah. Perahu tersebut diduga merupakan kapal pencari ikan asal Korea Utara (Korut). Insiden ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi di Jepang.

Penemuan kapal ini merupakan serangkaian dari kedatangan perahu hantu ke Jepang. Kejadian serupa diketahui telah terjadi setiap tahunnya dan kemudian dinamai dengan fenomena Perahu Hantu. Sebelumnya, pada November 2017, perahu hantu juga berlabuh di Jepang dengan membawa sepuluh mayat

BACA JUGA: 10 Mayat Diduga Nelayan Korut Ditemukan di Pantai Jepang

Sebagaimana dilansir dari The Star, Selasa (16/1/2018), kapal hantu itu terdampar di Kanazawa, Jepang tengah. Tujuh jenazah ditemukan di dalam badan kapal. Sementara satu jasad lainnya ditemukan berjarak sekira 15 meter dari perahu. Mayat-mayat tersebut ditemukan dalam kondisi nyaris membusuk.

"Sulit untuk mengidentifikasi mayat-mayat itu karena mereka mulai membusuk," ujar seorang petugas polisi senior, Hiroshi Abe.

Berdasarkan pemberitaan TV Asahi, sebuah lambang yang menggambarkan mantan pemimpin Korut, Kim Jong-il ditemukan pada kapal. Jumlah perahu penangkap ikan Korut yang mencari ikan sampai ke perairan Jepang pada 2017 mencapai 104 kasus.

Angka tersebut naik mengingat pada 2016 hanya ada 66 kasus. Bukan hal mengejutkan jika awak perahu meninggal di laut dan kemudian memunculkan fenomena perahu hantu. Para ahli mengatakan beberapa nelayan Korut nekat berlayar ke lokasi yang jauh guna memenuhi mandat pemerintah yang menuntut hasil tangkapan lebih besar.

BACA JUGA: Jepang Selidiki Perahu Hantu Pembawa Mayat yang Terdampar

Perahu-perahu nelayan Korut yang berusia tua dan tak dilengkapi dengan peralatan lengkap sangat rawan terhadap masalah ketikat berlayar termasuk kehabisan bahan bakar.

Kekuarangan pangan di negeri tertutup itu karena sanksi internasional atas ambisi nuklir dan rudal Pyongyang memberi kontribuasi meningkatnya gelombang perahu nelayan Korut mencari ikan ke perairan Jepang. Meski hubungan Jepang dan Korut tegang, tak jarang penjaga pantai Negeri Sakura menyelamatkan para nelayan yang dalam kondisi sulit.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini