Tanggapi Presiden Tsai Ing-wen, Kapal Induk China Berlayar di Selat Taiwan

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Rabu 17 Januari 2018 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 17 18 1846512 tanggapi-presiden-tsai-ing-wen-kapal-induk-china-berlayar-di-selat-taiwan-83yeBLI1DT.jpg Kapal induk China, Liaoning. (Foto: AFP)

TAIPEI - Kapal induk China, Liaoning dilaporkan berlayar di Selat Taiwan hari ini atau pada Rabu 17 Januari. Kapal induk milik Negeri Tirai Bambu melintas di tengah ketegangan dua negara yang belum mereda. Selain itu, aksi China ini juga dinilai sebagai bentuk respons terhadap pernyataan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen akhir tahun lalu.

Sebelumnya, pada akhir Desember 2017, Presiden Tsai sempat mengeluarkan peringatan terhadap China terkait agresi militer mereka. Peringatan ini dikeluarkan Presiden Tsai menyusul aksi Tiongkok yang semakin terbuka dalam menantang Taiwan melalui kekuatan militer mereka.

BACA JUGA: Presiden Taiwan Peringatkan China Soal Agresi Militer

Sebagaimana diberitakan, Pemerintah China diketahui semakin gencar meningkatkan kegiatan latihan militer di sekitar wilayah Taiwan. China memulai latihan militer di sekitar Taiwan pada Mei 2016 baik latihan dari angkatan udara maupun dari angkatan lautnya.

Melansir AFP, Rabu (17/1/2018), kapal induk milik China sebenarnya telah berlayar mendekat ke Taiwan pada awal Januari 2017 dan memicu kegemparan. Tindakan ini dianggap sebagai aksi unjuk kekuatan dari Beijing.

Kapal induk Liaoning hari ini terlihat berlayar di Selat Taiwan dan bergerak menuju ke arah utara. Menanggapi hal ini, pihak China membantah kapal induknya telah memasuki wilayah milik Taiwan.

BACA JUGA: Taiwan Sebut Jalur Penerbangan Baru China Sembrono

"Militer hanya melakukan pengawasan (patroli). Tidak ada kegiatan yang tidak biasa selama armada kami melewati Selat Taiwan. Kami meminta semua pihak untuk tidak khawatir," tulis keterangan resmi Kementerian Pertahanan China.

Sebelumnya, rute penerbangan baru yang dibuat oleh China juga diprotes Taiwan karena dianggap melanggar wilayah kedaulatan. Menyusul beberapa insiden tersebut, kedua negara nampak semakin jauh dari perdamaian.

Sebagaimana diketahui, ketegangan China-Taiwan bermula dari keinginan Negeri Panda agar Taiwan bersatu dengan mereka seperti Hong Kong. China terus menekan Taiwan untuk menyetujui prinsip 'Satu China' atau mengakui Taiwan sebagai bagian dari China. China memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan perlu diambil kembali meskipun dengan cara paksa.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini