Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Longsornya Underpass Bandara Soetta

Chyntia Sami Bhayangkara , Jurnalis-Selasa, 06 Februari 2018 |19:35 WIB
  Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Longsornya <i>Underpass</i> Bandara Soetta
Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Akhmad Yusep (foto: Chynta/Okezone)
A
A
A

TANGERANG - Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta hingga kini telah memeriksa sebanyak enam saksi yang mengetahui persis kejadian longsornya dinding Underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Senin, 5 Februari 2018.

Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, keenam saksi tersebut diantaranya pihak kontraktor PT Waskita Karya, PT Kereta Api Indonesia, Aviation Security, dan juga masyarakat yang melihat kejadian secara langsung.

"Kita telah ambil keterangan dari masyarakat setempat maupun dari pihak pengembang Waskita maupun KAI bahkan Avsec juga memperkuat situasi yang terjadi," ujar Yusep, Selasa (6/2/2018).

Dianti Korban Longsor Underpass Perimeter Bandara Soetta Meninggal

 (Baca juga: Horor Longsor Underpass Soetta yang Menelan Korban Jiwa)

Yusep mengaku, hingga kini keenam saksi tersebut masih dimintai keterangannya. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa dokumen penting terkait pembangunan underpass tersebut.

"Kami juga sedang mempelajari dengan teliti dokumen yang diberikan oleh KAI dan nantinya akan disinkronkan dengan data-data yang ditemukan di lapangan pada saat olah TKP," tuturnya.

 (Baca juga: JK Sebut Robohnya Underpass Soetta karena Faktor Alam)

Sebagaimana diketahui, konstruksi dinding underpass tampak longsor menutupi hampir seluruh bagian jalan sekira pukul 17.45 WIB. Akibat dari longsoran tersebut, sebuah mobil dengan nomor polisi A 1567 AS tertimpa reruntuhan longsor.

 Dianti Korban Longsor Underpass Perimeter Bandara Soetta Meninggal

Dua korban yang terjebak dalam mobil, yakni Dianti Putri (24) baru bisa dievakuasi setelah terjebak direruntuhan longsor selama 9 jam. Sementara rekannya, Mukhmainah baru dapat dikeluarkan dari dalam reruntuhan selama 12 jam pasca longsor.

Dianti yang sempat menjalani perawatan pun dinyatakan meninggal dunia di RS Mayapada pukul 6.45 WIB akibat patah leher, patah pangkal paha dan gagal jantung yang dialaminya. Sementara, hingga kini Ina, panggilan akrab Mukhmainah, masih menjalani perawatan intensif di RS Siloam, Kabupaten Tangerang.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement