JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, ambruknya beton penyangga underpass di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) disebabkan oleh faktor alam. Insiden tersebut membuat dua orang, Dianti Putri dan Mukhmainnah yang tengah berada semobil tertimbun. Keduanya berhasil dievakuasi setelah proses berjam-jam, namun nama pertama meninggal dunia ketika dirawat di RS Mayapada.
"Pasti (faktor alam) karena ini musim hujan," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).
Wapres JK mengatakan, saluran air harusnya ditata dengan baik mengantisipasi kejadian tak diinginkan saat musim hujan. Bila tidak, maka air akan masuk dan mengendap di dalam tanah.
"Mungkin tersumbat, masuk (airnya) ke tanah, tanahnya jadi lembek begitu, ada mobil di atasnya yang berat dia longsor," tutur Kalla.
(Baca juga: Horor Longsor Underpass Soetta yang Menelan Korban Jiwa)
Tim gabungan membutuhkan waktu tak kurang dari 9 jam untuk berhasil mengeluarkan Putri dari dalam runtuhan longsor, tepatnya pukul 3.00 WIB. Korban segera dilarikan menuju RSUD Kabupaten Tangerang guna mendapatkan perawatan medis. Sekira pukul 6.00 WIB, korban dirujuk menuju RS Mayapada, Tangerang. Namun, setibanya di RS tersebut, kondisi korban terus memburuk akibat patah leher, patah di kedua pangkal pahanya, dan syok hipovolemik.
