Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengintip Tahun Baru Imlek di Negeri Syariat Islam

Khalis Surry , Jurnalis-Jum'at, 16 Februari 2018 |19:29 WIB
Mengintip Tahun Baru Imlek di Negeri Syariat Islam
Seorang warga Tionghoa di Aceh, memegang dupa saat perayaan Imlek. Foto Okezone/Khalis Surry
A
A
A

TONG...TONG...TONG... Suara gong mendungung se isi ruangan, tepat jarum jam menunjukkan pada pukul 00.00 WIB. Pertanda tahun baru China sudah tiba. Enam persembahan dupa berkurang besar yang telah dibakar dipegang masing-masing orang, menghadapkan ke pelbagai altar di Viahara Dharma Bhakti, Jumat (16/2/2018).

Umat Budha yang sudah berada di dalam vihara itu langsung mengambil dupa dan lilin, berukuran besar atau kecil. Kemudian membakarnya dan mereka langsung menghadap ke altar secara silih berganti, untuk beribadah. Asap dan aroma hio pun menyerbak ke indra pencium. Lilin-lilin yang telah dibakar pun membuat ruang penuh penuh cahaya ketika etnis Tionghoa bertegur sapa antar sesama pada perayaan imlek 2569 itu.

Warga Tionghoa lainnya terus berdatangan. Mereka silih berganti memanjatkan doa demi mendapatkan keberkahan pada tahun baru shio anjing unsur tanah itu. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut hadir. Di luar vihara, beberapa warga sekitar juga ikut menyaksikan kaum minoritas itu beribadah.

Pengamatan Okezone, pelaksanaan ibadah umat Budha terlihat lancar dan aman. Ketika sedang berdoa, personel Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dan Polres Kota Banda Aceh terlihat berjaga-jaga di area Vihara. Bahkan sebelum pelaksanaan ibdaha berlangsung, tim penjinak bom Polda Aceh juga melakukan penyisiran di seluruh sisi vihara.

Perayaan imlek kali disimbolkan dengan shiwo anjing, dengan arti setiap umat Budha diharapkan dapat terus bersemangat dalam bekerja, mencari nafkah dan terus mengjaga persatuan dan kesatuan, serta toleransi sesama umat beragama lain.

“Semua doa itu adalah supaya hidup ini berjalan dengan aman dan tentram itu yang paling penting,” kata Ketua Yayasan Vihara Dharma Bhakti, Yuswar saat ditemui Okezone usai dirinya beribadah.

Dikatakan Yuswar, dirinya sudah berada di Aceh sejak puluhan tahun yang lalu. Bahkan, silsilah keluarganya sudah menginjakkan kaki di tanah serambi mekkah ini ratusan tahun yang lalu. Katanya, perayaan imlek kali ini berlangsung sama seperti tahun sebelumnya. Semua warga Tionghoa di Banda Aceh, katanya, mengucapkan berterimakasih dan memanjat rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan keamanan, ketentraman, dan kesehatan bagi umatnya.

''Perayaan kali ini sedikit berbeda tidak ramai seperti tahun lalu, karena ada sebagian warga peri keluar kota dan ada yang pulang ke kampung masing-masing,'' ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement