Ada empat rumah ibadah bagi umar budha di Banda Aceh, yaitu Vihara Dharma Bhakti, Vihara Maitri, Vihara Dwi Samudera, dan Vihara Sakyamuni. Namun, keberadaan rumah ibadah warga beragama lain itu tak mengusik ketenangan bagi daerah yang mayortitas umat muslim ini, dan Aceh dikenal dengan negeri syariat Islam. Walau demikian, kata Yuswar, ketika mereka beribdah pun berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Perayaan imlek di Aceh sangat berbeda dengan daerah lain, walaupun Aceh sediri memiliki aturan syariat Islam tetapi kami merasa aman dengan aturan itu. Khususnya di Banda Aceh belum ada ditemukan konflik agama jadi di sini cukup baik toleransinya,'' ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Faisal Ali dari masa ke masa, toleransi umar beragama di Aceh berlangsung dengan baik. Umat mayoritas, muslim, sangat menghormati agama lainnya yang sedang melaksanakan ibadah, dan begitu juga sebaliknya. Tentu hal demikian harus tetap terjaga di tanah rencong ini.
“Alhamdulillah selama ini saya melihat antar umat bergama kita di Aceh berjalan dengan baik. Dan ini perlu dirawat dan dijaga terus,” kata Faisal.
Dalam konteks sosial kemanusiaan tidak ada dalam islam yang melarang dan memberi batasan kepada antar umat beragama untuk saling berinteraksi. Dan himbauannya, masyarakat Aceh untuk saling menjaga kerukunan yang telah terjalani, dan tidak ada muncul yang menimbul provokasi.
“Kepada semua masyarakat baik mayoritas maupun minoritas untuk sama-sama menjaga komitmen kebatinan yang sudah terbangun. Hindari provokasi pihak luar yang ingin memperkeruh suasana,” pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.