"Kemudian kita memberikan penekanan pada pengamanan-pengamanan yang dilakukan. Setiap kegiatan itu kan harus ada rencana pengamanannya. Apakah itu sudah dikakukan sesuai prosedur atau tidak, nanti kita selidiki," tuturnya.
(Baca juga: Tank TNI Tenggelam di Bogowonto Purworejo, Kostrad Akui Bertanggung Jawab)
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tank di sungai berada di belakang Markas Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad itu mengakibatkan dua orang meninggal. Peristiwa nahas itu bermula dari kegiatan outbound anak-anak TK dan Paud yang salah satu kegiatannya yaitu berkeliling asrama menggunakan Ranpur.
Kronologi kejadian berawal saat puluhan anak-anak itu diajak ke garasi untuk dikenalkan dengan kendaraan lapis baja tersebut. Selanjutnya dengan menaiki tiga tank, mereka menuju Sungai Bogowonto. Setiap tank dinaiki sekira 20 penumpang.
Tank pertama dan ketiga berhasil berjalan mulus. Nahas, tank kedua yang diawaki lima anggota TNI dan 17 penumpang terdiri 16 siswa serta satu guru, tergelincir hingga tenggelam.
(Qur'anul Hidayat)