Ortu Tolak Imunisasi Wajib, Anak Ditolak Masuk Sekolah di Italia

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 10:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 13 18 1871891 ortu-tolak-imunisasi-wajib-anak-ditolak-masuk-sekolah-di-italia-FNK5cmjQiw.jpg Pemerintah Italia mewajibkan anak-anak untuk mengikuti 10 jenis vaksinasi sebagai prasyarat masuk sekolah (Foto: ANSA)

ROMA – Puluhan siswa di sejumlah wilayah di Italia ditolak untuk masuk sekolah karena tidak mengikuti program imunisasi dari pemerintah. Sebab, batas waktu untuk mengikuti program tersebut sudah habis pada akhir pekan lalu.

Otoritas terkait melarang anak-anak yang tidak diimunisasi untuk masuk ke dalam kelas di taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) di Milan, di wilayah tengah Abruzzo, dan di Pulau Sardinia. Sejumlah kasus mengungkapkan anak-anak itu tidak divaksin karena orangtuanya (ortu) mengikuti gerakan ‘no-vax’.

Kasus menurunnya peserta imunisasi di Italia dalam beberapa tahun terakhir cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, kampanye ‘no-vax’ menyebar secara luas dengan menuding bahwa vaksin dapat mengakibatkan penyakit autis serta vaksinasi adalah plot yang direncanakan kelompok multinasional yang rakus.

Partai Gerakan Bintang 5 yang populis dan kubu sayap kanan anti-imigran, The League, adalah pendukung gerakan ‘no-vax’ dan penentang kewajiban imunisasi. Kedua gerakan politik itu tengah menanjak bahkan berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan umum (pemilu) 4 Maret.

Program imunisasi wajib itu dicetuskan Perdana Menteri (PM) Italia, Paolo Gentiloni, pada musim panas 2017. Program tersebut mewajibkan 10 jenis imunisasi serta menjadikannya prasyarat bagi anak-anak untuk dapat masuk sekolah.

Menurut data Kementerian Kesehatan Italia, sedikitnya 5.000 orang terinfeksi campak serta empat orang meninggal dunia akibat penyakit menular berisiko tinggi pada 2017. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), campak berpotensi menjadi endemik jika layanan imunisasi tidak mencapai ambang batas yang dibutuhkan, yakni 95% dari total populasi suatu negara.

“Ada peningkatan dalam jumlah pengikut vaksinasi, yang merupakan tujuan dari dekrit (pemerintah). Tingkat vaksinasi kami sudah di atas 95%, jadi kami sudah melewati ambang batas masyarakat,” ujar Direktur Departemen Penyakit Menular di Superior Institute of Health (ISS), Giovanni Rezza, mengutip dari Xinhua, Selasa (13/3/2018).

Menurut kantor berita Italia, ANSA, pada pekan lalu diperkirakan ada 30 ribu anak-anak yang tidak mematuhi kewajiban imunisasi tersebut. Tetapi, menurut survei ISS kepada 3.130 orangtua yang memiliki anak usia 16-36 bulan pada Januari lalu, sekira 83,7% responden menyatakan mendukung vaksinasi, sementara 15,6% mengaku ragu, dan 0,7% adalah pengikut gerakan ‘no-vax’.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini