Lavrov: Hubungan Indonesia dan Rusia Capai Kemitraan Strategis

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 20:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 13 18 1872220 lavrov-hubungan-indonesia-dan-rusia-capai-kemitraan-strategis-zuC1540uGC.jpg Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov (Foto: Anton Novoderezhkin/TASS)

MOSKOW – Seperti yang sudah dijadwalkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, di Moskow pada siang waktu setempat. Diplomat tertinggi Indonesia itu sangat senang bahwa hubungan kedua negara semakin berkembang.

“Kami sangat senang karena hubungan terus berkembang, dan kunjungan ini utamanya bertujuan pada penguatan hubungan ekonomi antara kedua negara, karena Indonesia adalah salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara,” ucap Menlu Retno dalam pernyataan pers bersama, dinukil dari TASS, Selasa (13/3/2018).

BACA JUGA: Sambangi Rusia, Menlu Retno Bahas Isu Ekonomi hingga Palestina 

Sementara itu, Menlu Sergey Lavrov menyatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dengan Rusia sudah mencapai level kemitraan strategis. Sebab, kerjasama antara kedua negara sudah berlangsung dalam berbagai bidang seperti ekonomi dan perdagangan, militer, dan kemanusiaan.

“Kita memiliki hubungan yang dinamis dalam berbagai area. Kami sangat puas dengan hubungan kedua negara dalam bidang politik, kerjasama ekonomi dan perdagangan, militer, serta kemanusiaan,” ucap Sergey Lavrov.

“Ini adalah kesempatan bagus untuk mengadakan negosiasi dalam isu-isu bilateral dan isu-isu agenda bilateral yang dapat menjadi tema kegiatan bersama di PBB dan Lingkar Pasifik mengenai partisipasi aktif Rusia dalam acara yang diselenggarakan ASEAN,” tutup pria berkacamata itu.

BACA JUGA: Menlu Retno Ajak Muslim Rusia Sebarkan Perdamaian dan Toleransi 

Sebelum bertemu dengan Menlu Lavrov, Menlu Retno Marsudi sempat mengunjungi Masjid Agung Moskow pada Senin 12 Maret. Kepada Wakil Ketua Majelis Muslim Federasi Rusia, Damir Gizatullin, diplomat kelahiran Semarang itu menyampaikan ajakan untuk memperkokoh silaturahmi dalam menyebarkan toleransi dan perdamaian.

Sebagai informasi, Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pernah berkunjung ke Masjid Agung Moskow pada 1956. Bangunan masjid kemudian mengalami renovasi pada 2011 untuk menampung lebih banyak jamaah dan diresmikan kembali oleh Presiden Vladimir Putin pada 2015. Mengakhiri kunjungan, Menlu Retno memberikan cinderamata kepada Damir Gizatullin.

“Saya menyerahkan kaligrafi buatan Boyolali sebagai simbol silaturahmi antara umat Islam di Indonesia dan Rusia,” kata Menlu Retno.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini