nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjaring OTT, PN Tangerang Sudah Lama Dibidik KPK

Chyntia Sami Bhayangkara, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 12:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 13 337 1871963 terjaring-ott-pn-tangerang-sudah-lama-dibidik-kpk-HbYrRAPX0P.jpg Ruang Hakim dan panitera yang disegel KPK (Foto: Chyntia/Okezone)

TANGERANG - Ketua Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari menyebutkan bahwa Pengadilan Negeri Tangerang memang sudah lama dibidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap.

Aidul mengatakan, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Muhammad Damis pun telah berulang kali mengingatkan jajarannya untuk tidak melakukan aksi suap.

"Memang ya sudah ada info cuma bahwa PN Tangerang ini salah satu yang disebutlah jadi target tapi itu enggak tau seingat saya kan sudah diingatkan oleh Ketua PN juga," ujar Aidil di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (13/3/2018).

Aidil menjelaskan, peluang untuk melakukan aksi suap memang terbuka cukup lebar di PN Tangerang. Pasalnya, ada sekira 5.000 kasus per bulannya yang ditangani oleh PN Tangerang. "Dengan banyak perkara, kemungkinan suap bisa terjadi," kata Aidil.

 (Baca: KPK Tangkap 7 Orang Termasuk Hakim di PN Tangerang)

Tak hanya PN Tangerang saja, Aidil pun mengaku sedang mengawasi beberapa PN di sejumlah kota besar yang memiliki peluang untuk melakukan suap. Menurut Aidil, semakin besar dan kompleks permasalahan di suatu kota, maka peluang untuk melakukan suap pun terbuka lebar pula.

Untuk itu, pihak Komisi Yudisial telah menyebar sejumlah mata-mata untuk memantau kinerja para hakim di seluruh Indonesia. "Kita dari Komisi Yudisial sudah menyebar mata-mata untuk awasi hakim jadi banyak info yang masuk ke kita. Jadi harus dari awal sadari ketika tangani perkara bukan soal berapa besar tapi harus pahami bahwa ia harus tidak boleh ketemu beberapa pihak tamu atau keberpihakan apalagi suap," tandasnya.

 (Baca juga: Panitera Pengganti PN Tangerang Sempat Histeris saat Ditangkap KPK)

Sekadar diketahui, Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Dalam operasi senyap tersebut, KPK mengamankan tujuh orang.

Tujuh orang tersebut di antaranya, Hakim dan Panitera Pengganti PN Tangerang‎, pengacara, dan unsur swasta. Diduga, tujuh orang tersebut terlibat dalam perkara dugaan suap pemulusan perkara perdata di PN Tangerang.

"Diduga transaksi terkait dengan perkara perdata yang sedang berjalan di PN Tangerang. Tujuh orang itu unsurnya Hakim, Panitera, PH, dan swasta," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini