Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Edy-Musa Akan Jadikan Perkampungan Syekh Silau Laut sebagai Cagar Budaya

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Kamis, 05 April 2018 |20:53 WIB
Edy-Musa Akan Jadikan Perkampungan Syekh Silau Laut sebagai Cagar Budaya
Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah di perkampungan Syekh Silau Laut. Foto Okezone
A
A
A

“Semasa Tuan Syekh Silau Laut hidup, murid beliau banyak di sini. Satu hal yang harus saya sampaikan, Kakek dari Ijeck, yang kami panggil dengan sebutan Tuan Kabul (Al Hafidz Haji Gulrang Shah), sudah sampai di sini. Sambil berdagang ke sini, beliau juga mengajar di sini. Beliau adalah tandem Tuan Syekh Silau Laut dalam belajar dan juga mengajar murid-murid Tuan Syekh Silau Laut,” kata Pak Cik dari Ustadz Abdul Somad ini.

Kakek Ijeck, memang bukan orang biasa. Beliau adalah ulama sekaligus Hafidz Alquran. Maka itu dia bergelar Al Hafidz. “Beliau (Tuan Kabul) menjadi tandem bagi murid-murid dalam berbahasa Arab dan membaca kitab-kitab yang berbahasa Arab. Maka itu, saya berani bilang keluarga ananda Ijeck, adalah keluarga besar kami, Syekh Silau Laut. Kalau orang-orang tua di Silau Laut, semua kenal dengan Tuan Kabul,” tuturnya.

Semasa hidupnya Tuan Syekh Silau Laut adalah ulama yang dihormati. Tak heran banyak yang ziarah ke makamnya. Termasuk juga Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah yang datang pada Januari 2018. “Ziarah dilakukan untuk mengambil iktibar. Zuriat Tuan Syekh Silau Laut terbuka untuk siapapun, apalagi bagian dari keluarga kami yang ke sini,” katanya.

Menyikapi soal dalam Pilgubsu 2018 saat ini, Haji Ibrahim Ali mengatakan, masyarakat Sumut, terutama umat Islam harus bijaksana dalam menentukan pilihan. “Secara formal, dalam pilkada kita tentu pakai nilai agama dan aturan negara. Keluarga kami (Zuriat Syekh Silau Laut) saya pikir, sudah ada satu kebijaksanaan sendiri. Pilihan sudah adanya itu,” katanya.

Apalagi, kata dia, kemarin sudah ada hasil Kongres Umat Islam Sumut yang menekankan penguatan peran politik umat Islam dengan memilih pemimpin berdasarkan Alquran dan Sunnah, penguatan ukhuwah, penguatan ekonomi umat dan penguatan peran perempuan Islam. “Memang harusnya begitu. Umat Islam memilih pemimpin harus sesuai Alquran dan Sunnah. Tapi kesatuan umat Islam dan umat lainnya harus kita jaga di Sumut ini. Menjaga keamanan dan ketertiban adalah kewajiban kita,” paparnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement