nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Periksa Pelapor Sri Bintang Pamungkas

Badriyanto, Jurnalis · Senin 09 April 2018 19:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 09 338 1884298 polisi-periksa-pelapor-sri-bintang-pamungkas-XXnk0Kl6sR.jpg Ipong Hembing Putra, pelapor Sri Bintang Pamungkas ke Polda Metro Jaya (Foto: Badriyanto)

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya memanggil Ketua Umum Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ipong Hembing Putra untuk diperiksa sebagai pelapor atas kasus dugaan penyebaran informasi bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) yang melilit aktivis Sri Bintang Pamungkas.

Ketua Umum DPP PITI Ipong Hembing Putra mengatakan, pihaknya juga menyerahkan barang bukti pendukung dan nama-nama saksi untuk menguatkan tuduhannya terhadap Sri Bintang. Ia tidak terima dengan pernyataan Sri Bintang yang menyebut Islamnya orang-orang Tionghoa hanya berpura-pura.

"Saya memberikan keterangan tambahan, serta menyerahkan bukti-bukti serta saksi kepada penyidik untuk ditindak lanjuti," kata Ipong di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/4/2018).

(Baca Juga: Sri Bintang Pamungkas Dipolisikan Terkait Kasus SARA)

(Sri Bintang Pamungkas)

Menurut Ipong, dirinya terpaksa harus menempuh jalur hukum karena pernyataan Sri Bintang yang sempat viral di media sosial itu sangat merugikan khususnya bagi muslim Tionghoa. Seharusnya, lanjut dia, tokoh sekaliber Sri Bintang harus mengayomi dan membimbing umat muslim Tionghoa yang masih sedang belajar Islam.

Dikatakan Ipong, muslim Tionghoa itu rata-rata seorang mualaf, mereka juga banyak yang rela berbeda keyakinan dengan teman-teman maupun keluarganya sekali pun. Seharusnya Sri Bintang mengerti hal itu dan bukan malah dihina dan diragukan ke-Islamannya.

"Seorang Tionghoa yang mau masuk muslim itu risikonya besar, dijauhi oleh famili, teman, saudara, ada yang sampai tidak diakui sebagai anak oleh orangtuanya. Sebagai orang muslim apalagi seorang mualaf kami perlu banyak belajar seharusnya dibimbing, dibina dan diarahkan kami ini," pungkasnya.

Sri Bintang pada Kamis 29 Maret lalu atas tuduhan penyebaran informasi bernuansa SARA dengan nomor LP/1698/III/2018/PMJ/Dit Reskrimsus. Sri Bintang dijerat Pasal 28 Ayat (2) Juncto Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Sekadar informasi, Sri Bintang Pamungkas juga berstatus tersangka kasus pemufakatan makar di Polda Metro Jaya bersama rekan-rekan aktivitas lainnya. Sri Bintang ditangkap polisi Jumat 2 Desember 2016, tepatnya menjelang aksi damai 212 yang menuntut bui Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus penodaan agama.

Sri Bintang dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat. Meski begitu, hingga kini kasus itu masih menggantung dan polisi mengabulkan penangguhan penahanan yang diajukan.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini