nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ITB Bekukan Organisasi Kemahasiswaan yang Berafiliasi dengan HTI

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 06 Juni 2018 18:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 06 525 1907431 itb-bekukan-organisasi-kemahasiswaan-yang-berafiliasi-dengan-hti-JpRjomLyjS.jpg Foto Ilustrasi Okezone

BANDUNG - Salah satu organisasi kemahasiswaan yang diduga berafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dibekukan perguruan tinggi Institute Teknologi Bandung (ITB)‎.

Pembekuan itu, merupakan kelanjutan dari pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Pihak ITB menjabarkan pembekuan salah satu organisasi mahasiswa itu dilakukannya dua pekan lalu, sebagai langkah terakhir setelah sebelumnya ITB memberikan teguran dan peringatan lantaran organisasi ini sempat beberapa kali mengundang tokoh-tokoh HTI dalam diskusinya.

"Organisasi kemahasiswaan ini adalah HATI (Harmoni Amal dan Titian Ilmu), Organisasi ini sebetulnya sudah dua tahun lalu kami berikan peringatan karena mengundang tokoh-tokoh HTI," ujar Wakil Rektor Bidang Akademi dan Kemahasiswaan ITB, Prof Bermawi P.Iskandar, Rabu (6/6/2018).

 hti

Pembekuan HATI ini, dilakukan membawa pemahaman buruk bagi mahasiswa lainnya. Saat ini pihaknya masih mencari lebih detail terkait pelanggaran tersebut. Bukan tidak menutup kemungkinan organisasi ini bisa dibubarkan apabila ada indikasi yang dianggap membahayakan di institusi pendidikan. ‎

"Kalau setiap pelanggaran ada sanksinya. Namun tentu kami institusi pendidikan sanksinya tentunya yang mendidik dan juga efek jeranya," jelasnya.

Namun sementara ini, organisasi kemahasiswaan tersebut masih pada tataran diskusi.

"Ya alhamdulillah tidak ada yang sifatnya merusak ya. Mereka pada tataran berdikusi, pemikiran. Jadi masih wacana. Kalaupun sistem negara khilafah ini masih wacana. Untuk itu kami perlu meluruskan mereka," terangnya.

 ter

HATI merupakan organisasi ini di ITB sejak lima tahun lalu. Dari 15 ribu mahasiswa ITB S1, yang menjadi anggota HATI hanya 59 orang.

‎"Dari 59 orang, kalau mereka mengundang tokoh dari luar untuk diskusi itu yang dihadiri 6-14 orang," ujarnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini