nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Pejabat Universitas Udayana Didakwa Rugikan Negara Rp25,9 Miliar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 19:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 15 337 1937076 eks-pejabat-universitas-udayana-didakwa-rugikan-negara-rp2-59-miliar-cak3s1TORR.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa ‎mantan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Udayana, Made Meregawa. Pejabat di Universitas Udayana tersebut didakwa merugikan negara Rp25,9 miliar.

Jaksa berpandangan Made terlibat dalam perkara korupsi proyek pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana. Dia diduga turut bersama-sama melakukan korupsi.

"Terdakwa melakukan dan turut serta melakukan perbuatan berlanjut yang secara melawan hukum," ujar jaksa Ronald Worotikan saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2018).

Menurut jaksa, Made Meregawa selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) telah mengatur lelang untuk memenangkan PT Duta Graha Indah (PT DGI), d‎alam proyek pembangunan rumah sakit tahun anggaran 2009 dan 2010.

Gedung KPK

Kata Jaksa, kesepakatan jahat terjadi saat proses pengaturan lelang itu dengan mempertemukan sejumlah pihak peserta, sebelum atau saat dilakukan proses lelang. Ditambahkan jaksa, Made Meregawa mengarahkan panitia lelang agar menyusun harga perkiraan sendiri berdasarkan data yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kemudian, Made juga mengarahkan agar panitia pengadaan tidak mengesahkan dan menetapkan harga perkiraan sendiri yang akan digunakan dalam proses pengadaan. Perbuatan Made tersebut dianggap telah memperkaya PT DGI sebesar Rp14,4 miliar.

Tak hanya memperkaya PT DGI, Made juga diduga memperkaya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dan korporasi yang dikendalikan Nazaruddin, yakni PT Anak Negeri, PT Anugerah Nusantara dan Grup Permai sejumlah Rp10,2 miliar.

Ilustrasi

Made Meregawa didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini