nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PT NKE Didakwa Rugikan Negara Rp25 Miliar Lewat Proyek RS Udayana

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 17:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962748 pt-nke-didakwa-rugikan-negara-rp25-miliar-lewat-proyek-rs-udayana-Uxps6dB5Cf.jpg Ilustrasi (shutterstock)

JAKARTA - PT ‎Duta Graha Indah Konstruksi (PT DGIK) yang telah berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (PT NKE) didakwa merugikan negara sekira Rp25 miliar dari proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, tahun anggaran 2009-2010.

"Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan, beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut,"‎ kata Jaksa KPK, Lie Putra Setiawan saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

PT NKE didakwa melakukan korupsi bersama-sama dengan mantan Direktur Utamanya, Dudung Purwadi, mantan anggota DPR RI, Muhammad Nazarudin, dan Mantan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Udayana, Made Meregawa.

Ketiganya diduga dengan sengaja membuat kesepakatan untuk memenangkan PT NKE dalam lelang proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, tahun anggaran 2009-2010.

 

Menurut Jaksa, perbuatan tersebut menguntungkan PT NKE sejumlah Rp24 miliar dan memperkaya Nazarudin beserta perusahaannya yakni PT Anak Negeri, PT Anugerah Nusantara, dan Grup Permai senilai Rp10 miliar.

‎PT NKE sendiri memenangkan dua proyek lelang pada tahun 2009-2010. Proyek pertama yang dimenangkan PT NKE yakni, proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, senilai Rp46 miliar.

PT NKE sudah menerima pembayaran 100 persen ‎dengan jumlah Rp41 miliar dan menyatakan bahwa pengerjaan proyek tersebut telah selesai pada ranggal 30 Desember 2009. Padahal, menurut ahli pemeriksaan ITB, pekerjaan baru terealisasi 67,3 persen, sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp7 miliar.

(Baca juga: Pertama Sepanjang Sejarah, KPK Tetapkan PT NKE sebagai Tersangka Korupsi Koorporasi)

Proyek kedua yang dimenangkan oleh PT NKE yakni, proyek lanjutan pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, dengan nilai total kontrak proyek sebesar Rp‎91 miliar. Dari proyek kedua, PT NKE sudah menerima pembayaran 100 persen ‎dengan jumlah Rp81 miliar.

 

Pengerjaan proyek kedua tersebut diklaim telah selesai pada 24 Juni 2011. Padahal, menurut ahli pemeriksaan ITB, pekerjaan baru terealisasi 57,4 persen, sehingga negara mengalami kerugian sekira Rp18 miliar.

 (Baca juga: PT DGIK Kembalikan Rp70 Miliar ke KPK Terkait Perkara Korupsi)

Atas perbuatannya, PT DGIK disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini