nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PT NKE Divonis Denda Rp700 Juta dan Uang Pengganti Rp85 Miliar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 19:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 03 337 1999628 pt-nke-divonis-denda-rp700-juta-dan-uang-pengganti-rp85-miliar-btEf7kd4kp.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - PT Duta Graha Indah (PT DGI) yang kini telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (PT NKE) divonis membayar pidana denda sejumlah Rp700 juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.‎ Selain itu, Hakim juga memvonis PT NKE untuk membayar pidana tambahan berupa uang pengganti senilai Rp85 miliar.

Hakim meyakini PT NKE terbukti merugikan negara sekira Rp25 miliar dalam melakukan pembangunan proyek Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali, tahun anggaran 2009-2010.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa PT DGI dengan pidana denda Rp700 juta, serta pidana tambahan senilai Rp85.490.234.737," ujar Ketua Majelis Hakim Diah Siti Basariah saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

(Baca Juga: PT NKE Didakwa Rugikan Negara Rp25 Miliar Lewat Proyek RS Udayana

Ilustrasi

Majelis Hakim juga mengganjar pidana berupa pencabutan hak untuk PT NKE mengikuti lelang proyek di pemerintahan selama enam bulan sejak keputusan berkekuatan hukum tetap.

"Mengenai hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk mengikuti lelang proyek di pemerintahan, majelis hakim sependapat dengan JPU," jelas Hakim Diah.

Adapun, hal-hal yang memberatkan vonis terhadap PT NKE karena perbuatannya tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar dalam melakukan pemberantasan korupsi.

Sedangkan hal-hal yang meringankan yakni keterangan dari PT NKE membantu memperjelas duduk perkara ini serta berjanji mengupayakan tata kelola perusahaan yang bebas dari korupsi, belum pernah dihukum, serta perusahaannya menaungi banyak orang.

Hakim menyatakan PT NKE terbukti melakukan korupsi bersama-sama dengan mantan Direktur Utamanya, Dudung Purwadi, mantan anggota DPR, Muhammad Nazarudin, serta mantan Kepala Biro Administrasi Umum ‎dan Keuangan Universitas Udayana, Made Maregawa.

Ketiga pejabat‎ tersebut terbukti dengan sengaja membuat kesepakatan jahat untuk memenangkan PT NKE dalam lelang proyek pembangun RS Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali.

(Baca Juga: Dirut PT NKE Wakili Perusahaannya Hadapi Sidang Perdana Korupsi Korporasi‎

Kemudian, gedung Wisma Atlet Jakabarang, Palembang, Sumsel. Proyek Gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya, RS Pendidikan Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selanjutnya, proyek Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Proyek Gedung Cardiac di RS Adam Malik, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Proyek Paviliun di RS Adam Malik, Medan, Sumut, dan proyek Rumah Sakit Tropis Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

PT NKE yang sebelumnya PT DGI terbuti melanggar Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini