nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG: Tidak Ada Satupun Lembaga di Dunia Ini yang Mampu Prediksi Gempa

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 23 337 1940088 bmkg-tidak-ada-satupun-lembaga-di-dunia-ini-yang-mampu-prediksi-gempa-T0EaXdJLNC.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono menegaskan,‎ tidak ada satupun lembaga‎ atau pakar yang dapat memprediksi kapan akan terjadi gempa bumi. Dia meminta agar masyarakat tidak percaya isu prediksi gempa jika tidak resmi.

‎"Hingga saat ini, tidak ada satupun lembaga resmi dan pakar yang kredibel dan diakui mampu memprediksi gempa," terang Daryono kepada Okezone, Kamis (23/8/2018).

‎Bukan tanpa alasan hal itu diungkapkan Daryono. Sebab, sambung Daryono, hampir seluruh pakar dan lembaga resmi gempa di dunia mengakui bahwa tidak ada yang mampu memprediksi kejadian gempa.

‎"Pakar gempa sedunia kini pun sepakat bahwa gempa memang belum dapat diprediksi dengan akurat kapan dimana dan berapa magnitudonya," jelas dia.

 gempa

Daryono berharap, apapun informasi terkait prediksi gempa tidak ditelan mentah-mentah oleh masyarakat. Dia meminta apabila ada yang menyebarkan informasi terkait prediksi gempa harus dipastikan ulang sumber penyebar info tersebut.

"Ini penting agar informasi yang dikeluarkan dapat direspon balik oleh publik, sehingga lembaga tersebut dapat dihubungi untuk dimintai penjelasan lebih lanjut," ungkapnya.

Dijelaskan Daryono, saat ini banyak lembaga resmi penyedia informasi gempa yang sudah diakui, diantaranya, BMKG, USGS (Amerika Serikat), JMA (Jepang), GFZ (Jerman), EMSC (Mediterania), Geoscope, CEA (China).

Oleh karenanya, dia meminta agar publik lebih percaya terhadap informasi yang dipublikasikan oleh lembaga resmi tersebut.

 gempa

"Karena saya percaya siapapun dapat dengan mudah membuat tulisan semacam informasi gempa dan prediksi gempa "karangan" selanjutnya diunggah di media sosial," katanya.

‎"Kami minta masyarakat untuk tidak terpancing dengan informasi "bodong" atau hoax. Mohon tetap percaya pada akal sehat kita‎," pungkas Daryono.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini