nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PT DGIK Kembalikan Rp70 Miliar ke KPK Terkait Perkara Korupsi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 20:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 06 337 1947103 pt-dgik-kembalikan-rp70-miliar-ke-kpk-terkait-perkara-korupsi-Pt02CsmM08.jpg Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Duta Graha Indah Konstruksi (DGIK) yang kini berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk telah menyerahkan uang sebesar Rp70 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang itu diduga terkait tindak pidana korupsi yang menyeret PT DGIK.

"DGI telah mengembalikan uang dalam bentuk uang titipan terkait perkara ke KPK sejumlah Rp70 miliar," ‎kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (6/9/2018).

Febri berharap uang yang telah dikembalikan PT DGIK tersebut dapat membantu memulihkan keuangan negara. Terlebih, di saat rupiah sedang anjlok dalam beberapa waktu belakangan ini. Sebab, fokus KPK saat ini salah satunya yakni recovery asset.

"Pengembalian uang ini diharapkan nanti memperkuat recovery asset untuk uang pengganti yang menjadi salah satu pehatian KPK dalam penanganan kasus korupsi," terangnya.

 KPK

Di sisi lain, KPK telah mengantongi kesaksian dari Manager Marketing PT NKE Tbk, Laurensius Teguh Khasanto, pada pemeriksaan hari ini. Dari kesaksian Laurensius, KPK menggali aliran dana korupsi PT NKE Tbk ke sejumlah pihak.

"Penyidik mengonfirmasi sejumlah data tentang pemberian yang dilakukan oleh PT DGI kepada sejumlah pihak terkait pemenangan proyek," terangnya.

Sebelumnya diketahui, PT DGIK yang kini telah berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (PT NKE) merupakan perusahaan pertama yang‎ dijerat tersangka dengan pasal korporasi oleh lembaga antirasuah.

PT DGIK diduga terlibat kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus pada Universitas Udayana, Bali. Dalam hal ini, PT DGI berperan selaku kontraktor dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus pada Universitas Udayana tersebut.

Dari perbuatan tindak pidana korupsi proyek pada pembangunan Rumah Sakit Khusus di Universitas Udayana tersebut, PT NKE dianggap telah merugikan negara sekira Rp25 miliar dari total nilai proyek sebesar Rp138 miliar.

 Ilustrasi

Belakangan, KPK menemukan adanya praktik korupsi PT DGI yang kini berganti nama menjadi PT NKE Tbk di enam proyek lain. Enam proyek yang akan didalami itu antara lain pembangunan Gedung RS Pendidikan di Universitas Mataram dan pembangunan gedung BP2IP di Surabaya.

Kemudian, pembangunan gedung RSUD di Kabupaten Dharmasraya/Sungai Dareh, pembangunan gedung Cardiac di RS Adam Malik Medan, pembangunan paviliun di RS Adam Malik Medan, dan pembangunan gedung RS Inspeksi Tropis di Surabaya.

Atas perbuatannya, PT NKE pun disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini