nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertolak ke Jakarta, Bupati Malang Siap Kooperatif Selama Diperiksa KPK

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 03:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 15 519 1963990 bertolak-ke-jakarta-bupati-malang-siap-kooperatif-selama-diperiksa-kpk-v6lrKAqd5V.jpg Bupati Malang Rendra Kresna (Foto: Avirista Midaada)

MALANG - Bupati Malang Rendra Kresna yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berangkat ke Jakarta guna memenuhi panggilan pemeriksaan oleh penyidik. Rendra berangkat menuju Jakarta melalui Bandara Abdulrachman Saleh, Pakis, Kabupaten Malang.

Ia tampak keluar dari rumah dinas bupati di Kompleks Pendopo Agung Pemkab Malang dengan menggunakan mobil minibus Toyota Innova silver pada Minggu (14/10/2018) pukul 12.20 WIB. Dengan kemeja hitam berada, ia duduk di kursi dereta kedua mobil didampingi anaknya Kresna Dewanata Phrosakh.

(Baca Juga: Bupati Malang Diduga Korupsi untuk Bayar Utang Kampanye)

Tak banyak yang disampaikan Rendra kepada awak media yang telah menunggunya sejak pagi. Rendra hanya mengucapkan terima kasih dan meminta doa restu sembari melambaikan tangannya ke media.

"Terima kasih. Minta restunya," ujar Rendra singkat.

Gunadi 

Pada keberangkatan itu, tim kuasa hukum Rendra Kresna ikut berangkat. Mereka terdiri dari Sudarmadi, Imam Muslich. Namun, untuk Gunadi Handoko mengaku baru berangkat pada Senin. "Tiket penuh, saya berangkat ke Jakarta besok (hari ini, red)," ujar Gunadi kepada okezone.

Mewakili tim penasehat hukum Rendra, Gunadi menegaskan, kliennya akan bertindak kooperatif terhadap proses hukum yang dilakukan KPK. "Kami akan kooperatif selama proses penyidikan mas," lanjut Gunadi.

Rendra sendiri direncanakan akan memenuhi panggilan pemeriksaan oleh KPK pada Senin 15 Oktober 2018 besok di Gedung KPK.

(Baca Juga: KPK Resmi Tetapkan Bupati Malang Tersangka Suap dan Gratifikasi)

Sebelumnya KPK telah menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna sebagai tersangka dugaan pemberian sejumlah uang dari dua rekanan yang mengerjakan proyek Pemkab Malang.

Pada kasus pertama, Rendra diduga mendapat uang Rp 3,45 miliar dari Ali Murtopo. Sementara kasus kedua, Rendra diduga menerima uang gratifikasi sebesar 3,55 miliar dari Eryk Armando Talla. Kedua proyek tersebut merupakan pengadaan barang di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun 2011 - 2012

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini