nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru SMAN 2 Batanghari Dirampok, Dana BOS Rp180 Juta Raib

Azhari Sultan, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 16:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 09 340 1975633 guru-sman-2-batanghari-dirampok-dana-bos-rp180-juta-raib-CNNCnMSzXC.jpg Guru SMAN 2 Batanghari, korban perampokan (Foto: Azhari Sultan)

JAMBI - Aksi kejahatan dengan cara pecah kaca mobil kembali terjadi di Jambi. Kali ini, terjadi tepat di depan Kantor BPJS Kabupaten Batanghari.

Akibatnya, uang untuk dana BOS sebesar Rp180 juta langsung raib dibawa kabur perampok, yang beraksi pada Jumat (9/11/2018).

Dari informasi yang dihimpun, terdapat mobil korban terparkir persis di depan Kantor BPJS, Kabupaten Batanghari.

(Baca Juga: Polisi Tangkap Oknum PNS Terlibat Pencurian Uang Nasabah)

Tujuan korban saat itu, mengurus persyaratan BPJS. Namun, alangkah terkejutnya korban ketika keluar kantor BPJS melihat kaca mobil sebelah kanan sudah pecah.

Lebih terkejutnya lagi, kala korban memeriksa uang dalam tas ransel yang berjumlah Rp180 juta sudah raib tidak berbekas. Belakangan diketahui, uang tersebut merupakan dana BOS triwulan ketiga.

Ilustrasi 

Menurut Kepala SMAN 2, Batanghari, Rony. Roni, korban merupakan salah seorang guru SMAN 2 Batanghari bernama Rahma Kartika Wati. Saat itu, korban menggunakan mobil Toyota Avanza dengan nopol BH 1713 LV berwarna merah.

Akibat kejadian itu, kondisi mobil, pecah kaca sebelah kanan tepatnya bangku belakang sopir. "Kemungkinan besar korban sudah dibuntuti pelaku sejak keluar dari BRI mengambil uang pencarian dana BOS," tuturnya.

(Baca Juga: Taufik Nekat Bobol Kantor Travel demi Beli Narkoba)

Diakuinya, sebelum kejadian, ketika mengambil uang dirinya bersama dua guru lainnya pergi ke BRI. Setelah itu, dilanjutkan mampir ke BPJS untuk menanyakan syarat- syarat BPJS.

"Saya dan bendahara turun masuk ke kantor BPJS. Saat keluar dari kantor itu, kaca mobil sudah pecah. Suami ibu Rahma juga turun dari kantor dan melihat kejadian kaca mobil sudah pecah," ungkap Roni.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Batanghari. Sementara, Kasat Reskrim Polres Batanghari saat dikonfirmasi via Whatsappnya belum direspons pula.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini