GUNUNGKIDUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul meminta masyarakat di enam kecamatan mewaspadai bencana longsor memasuki musim hujan. Tujuh kecamatan rawan tersebut meliputi Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong. Banyaknya medan yang berbukit dan banyak dijadikan permukiman rawan terjadi longsor ketika musim hujan.
“Masyarakat di wilayah rawan bencana longsor harus meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi hujan dalam waktu yang lama dan intensitasnya tinggi perlu mencari tempat yang aman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edi Basuki, Kamis (22/11/2018).
BPBD, lanjutnya, sudah berkomunikasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di musim penghujan. Bahkan sejak peralihan musim sudah beberapa kali terjadi angin kencang dan rumah roboh.

Untuk laporan tanah longsor belum ada. Namun, BPBD juga sudah mengirimkan surat tembusan kepada camat dan instansi terkait untuk mengantisipasi bencana alam.
“BPBD sudah mengirimkan surat tembusan ke kecamatan-kecamatan dan instanti terkait untuk antisipasi dan penanggulangan bencana alam,” ujarnya.
(Baca Juga : Basarnas Bersiaga di Lokasi Banjir Tasikmalaya)
Edi menambahkan, untuk peta kerawanan banjir ini meliputi Kecamatan Patuk, Wonosari, Ngawen hingga Ponjong. Pemukiman di kawasan bantaran Kali Oyo maupun di Kota Wonosari di jalur Kali Besole perlu untuk waspada.
Terjadinya bencana banjir pada musim penghujan lalu menjadi pembelajaran dan kesiapan untuk antisipasi. Oleh sebab itu diperlukan dukungan semua pihak agar antisipasi bencana alam bisa dilakukan secara maksimal.
(Baca Juga : Longsor Rusak Bangunan Rumah dan Jembatan di Inhil Riau)
(Erha Aprili Ramadhoni)