nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Seorang Wanita Gasak Ponsel Orangtua Pengantin saat Kondangan

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 00:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 29 609 1984726 cerita-seorang-wanita-gasak-ponsel-orangtua-pengantin-saat-kondangan-HoiUCiNrx1.jpg Ilustrasi

MAKASSAR - Ada saja modus yang di jalankan pelaku maling dalam melancarkan aksinya. Seperti salah seorang pelaku bernama FA (33) warga di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.

Wanita ini yang terciduk oleh tim Reksrim Polres Bone setelah ia dilapor kobannya dengan nomor laporan polisinya LP/543/XI/2018/SPKT/RES BONE Tanggal 8 November 2018 lalu terkait tindak pidana pencurian berupa satu unit ponsel.

Kepolisian pun melakukan penyelidikan dan memperoleh informasi jika barang yang dicuri sudah berpindah tangan ke seorang wanita bernama Santi.

Dari sini, petugas kepolisian berhasil mengidentifikasinya berdasarkan orang yang pertama kali diamankan yakni inisial S.

Dalam keterangannya, S menyebutkan jika ponsel yang dikuasainya tersebut di beli dari seorang perempuan bernama Febriani seharga Rp 300 ribu.

Nyanyian Santi itu kemudian ditindak lanjuti oleh tim Reksrim Polres Bone. Kemudian bergerak menyelidiki keberadaan FA.

Dari hasil penyelidikan diperoleh informasi jika perempuan yang dicarinya tersebut berdomisili di Desa Mattanete Bua, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone.

Tak butuh waktu lama tim Reksrim Polres Bone mendatangi rumahnya di di Desa Mattanete. Di depan petugas kepolisian FA mengakui perbuatannnya bahwa dirinya telah melakukan pencurian ponsel milik korbannnya bernama Dahlia.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi mengaku telah menerima kabar penangkapan seorang IRT tesebut dalam kasus pencurian tersebut.

Informasi yang diterimanya dari Kasat Reksrim Polres Bone AKP Dharma Praditya Negara menyebutkan bahwa telah diamankan seorang IRT lantaran melakukan pencurian satu unit ponsel.

Korbannnya yang masih sekampung halamannya. Aksinya terungkap saat korban melaporkan kehilangan barang berupa satu unit ponsel miliknya yang hilang.

"Jadi menurut penuturan pelaku yang kami kutip dari Kasat Reksrim jika pelaku menggasak ponsel korban saat pelaku masuk dan makan di rumah korban yang sementara menggelar pesta pengantin," kata Dicky kepada Okezone Kamis (29/11/2018)

Saat itu, mata korban sibuk dengan penjamuan tamu, di saat bersamaan pelaku melihat adanya ponsel di lemari dan mengambilnya.

"Pelaku saat melihat korban sibuk melayani tamu di sinilah pelaku memanfaatkan situasi untuk melancarkan aksinya," ungkapnya.

Selanjutnya ponsel korban yang di jarah di jual ke perempuan Santi seharga Rp 300 ribu. "Pelaku mengaku melakukannnya hanya karena terdesak dengan pinjaman koperasi. Meski demikian atas perbuatannya melawan hukum hingga diamankan," pungkas Dicky

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini