3 Parpol Ini Paling Banyak Dapat Untung dari Pilpres 2019

Bayu Septianto, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 08:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 07 606 1987939 3-parpol-ini-paling-banyak-dapat-untung-dari-pilpres-2019-NOjL3AZSPJ.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Sekira lima bulan lagi, Pemilu 2019 bakal berlangsung. Pilpres dan Pileg yang berlangsung serentak menimbulkan dilema bagi partai-partai politik (parpol) yang merasa tidak cukup terwakili dalam komposisi pasangan calon (paslon) presiden (capres) maupun wakil presiden (cawapres).

Temuan lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan bahwa dua partai utama pendukung paslon Jokowi-Ma’ruf berpotensi mendulang kenaikan suara, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Dibanding hasil Pileg 2014, PDIP mengalami kenaikan elektabilitas dari 19,0 persen menjadi 23,1 persen,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran persnya yang diterima Okezone, Jumat (7/12/2018).

Sosok Jokowi yang lekat dengan citra PDI Perjuangan, kata Vivin, menjadi faktor utama untuk mengerek elektabilitas. Hal serupa dialami oleh PKB, di mana Kyai Ma’ruf sebagai cawapres yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU) beririsan dengan basis tradisional PKB.

“PKB berpeluang menggeser Partai Demokrat dan menyodok ke posisi keempat, dengan elektabilitas 7,3 persen,” kata Vivin.

(Baca Juga: TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Semakin Bekerja Optimal demi Target Menang 70%)

Di kubu paslon Prabowo-Sandi, coattail effect hanya dinikmati oleh Partai Gerindra, tanpa menular ke parpol pendukung lainnya. “Gerindra meraih elektabilitas 12,3 persen, berpeluang menggeser Partai Golkar yang terpaut tipis (12,8 persen) dengan memperhitungkan margin of error survei,” papar Vivin.

Menurut Vivin, sosok capres Prabowo Subianto maupun cawapres Sandiaga Uno yang dua-duanya merupakan representasi Gerindra, menjadi faktor utama keengganan partai-partai lain untuk total mendukung Prabowo-Sandi.

“Kegagalan Demokrat mengajukan Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres menyebabkan Demokrat terkesan setengah hati,” terangnya

Di antara parpol baru dan non-seat, Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berada dalam barisan Jokowi-Ma’ruf berpeluang menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen. Perindo memimpin dengan elektabilitas 2,9 persen, disusul PSI 1,2 persen, sedangkan sisanya diprediksi gagal mencapai ambang batas.

“Berkarya yang masuk koalisi Prabowo-Sandi berada di posisi buncit dengan elektabilitas 0,1 persen”, pungkas Vivin.

Survei indEX Research dilakukan pada 11-20 November 2018, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut adalah hasil lengkap elektabilitas partai politik pada Pileg 2019:

PDIP 23,1%

Golkar 12,8%

Gerindra 12,3%

PKB 7,3%

Demokrat 5,4%

Nasdem 3,4%

PPP 3,1%

PKS 3,0%

Perindo 2,9%

PAN 2,3%

Hanura 1,5%

PSI 1,2%

PBB 0,5%

PKPI 0,3%

Garuda 0,2%

Berkarya 0,1%

Tidak tahu/tidak jawab 20,6%

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini