nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tilang Elektronik Resmi Diberlakukan di Makassar

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 14:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 26 609 1996122 tilang-elektronik-resmi-diberlakukan-di-makassar-9IAZqRSG05.jpg Peresmian tilang elektronik di Makassar. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

MAKASSAR – Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan resmi memberlakukan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) mulai hari ini, Rabu 26 Desember 2018. Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono mengatakan, dengan sistem tilang menggunakan kamera CCTV ini diharapkan mampu menekan pelanggaran lalu lintas di Makassar.

"Masyarakat harus tahu, walaupun tidak ada polisi, meraka taat," kata Umar usai meluncurkan pemberlakuan E-TLE, didampingi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pamato, di Mapolrestabes Makassar, Rabu (26/12/2018).

Sebagai langkah awal, kata Umar, ada 15 titik yang difungsikan melalui sistem E-TLE. Adapun dari 23 titik yang direncanakan, hanya 15 titik strategis di Kota Makassar yang masuk pemantauan tilang elektronik dengan bantuan kamera CCTV ini.

"Kita sudah uji coba beberapa hari lalu. Sebab, kemampuan kita untuk pengadaan masih perlu tahapan. Kemudian marka-marka jalan, jangan sampai kita menindak malah dapat komplain dari yang ditindak, karena sarana-prasaran tidak jelas," ungkapnya.

(Baca juga: Belum Membayar Denda Tilang Elektronik CCTV, 484 STNK Diblokir)

Ia mengungkapkan, kondisi sarana seperti marka hingga rambu jalan masih menjadi kendala mendasar dalam pelaksanaan dan penerapan E-TLE. Sebelum diterapkan, 15 jalur strategis kawasan perkotaan tersebut telah dilakukan uji coba sejak pekan lalu.

Sementara sisanya, menunggu hingga pembenahan sarana teknis rampung. Kondisi itu, sebut Umar, akan dikoordinasikan dengan pihak Pemerintah Kota Makassar.

"Supaya masyarakat disiplin, karena kecelakaan terjadi karena ketidakdisiplinan kita dalam berlalu lintas," ungkap Umar.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto mengatakan penerapan sistem tilang elektronik ini akan menjadi solusi lain dalam penataan berlalu lintas di sana. Termasuk, bagaimana mengurai kemacetan kota yang menjadi keluhan mendasar masyarakat.

"Bagaimana kita bisa membuat kota ini tertib. Kemacetan itu terjadi karena ketidakdisiplinan. Jadi, E-TLE ini merupakan terobosan yang perlahan bisa menimbulkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas," ucap Danny.

(Baca juga: Terkena Tilang Elektronik, 193 STNK Mobil Diblokir)

Begitupun dengan persiapan perampungan sarana teknis yang dianggap kepolisian belum begitu mendukung maksimalisasi penerapan E-TLE. Danny menegaskan, kelengkapan sarana akan dibenahi pada 2019.

"Tahun depan kita akan men-support kepolisian, termasuk dengan pendataan analisis wajah. Jadi, orang-orang bukan hanya di-zoom pelat nomornya, tapi di-zoom juga mukanya. Jadi, bisa ketahuan siapa pelanggarnya," terang Danny.

Adapun titik yang terpantau kamera CCTV tilang tersebut yakni Simpang Lima Bandara, Simpan Empat Daya, Telkomas, bawah flyover, atas flyover, Jalan Lanto Dg Pasewang-Ratulangi, Rujab Gubernur Jalan Sudirman.

Kemudian di Jalan Sudirman- Jalan Kartini, Jalam H Bau-Ratulangi, Abd Dg Sirua-SMA 5, Jalan Kerung Kerung-Jalan Veteran, Jalan Masjid Raya-Jalan Bandang, Jalan Andalas-Jalan Tentara Pelajar, Jalan H Bau-Jalan Penghibur, dan Jalan Bawakaraeng-Jalan Latimojong.

Termasuk juga di Jalan Bawakaraeng-Jalan Veteran, Latimojong-Sungai Saddang, Jalan Tentara Pelajar-Wahidin, Jalan Toddopuli-Anggrek, depan Polrestabes Makassar, Teras Balai Kota, Roof Top Hotel Sahid Jalan Ratulangi, Jalan Adyaksa-Pengayoman, dan Monumen Mandala.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini