Dia juga menjelaskan, Indonesia memiliki 715 suku bangsa di mana 117 juta penduduk Indonesia memakai alat HP digital dan menggunakan internet maka potensi penyebaran berita- berita hoax sangat besar terjadi tanpa filter terutama di media sosial.
"Media sebagai Pilar Ke 4 demokrasi, memiliki tanggung jawab yang sama bersama TNI/Polri menciptakan cooling system karena kita mempunyai visi yang sama untuk menjaga NKRI Indonesia jangan sampai terpecah-belah. Indonesia adalah rumah keberagaman yang unik di dunia, media jangan menjadi kompor, tetapi hendaklah menjadi cooling system di tengah masyarakat", papar Gatot.
(Baca Juga: Kapolri Ungkap Pemilu Serentak Jadi Atensi Keamanan di Tahun 2019)
Selanjutnya, dia mengingatkan pentingnya bersinergi dengan seluruh elemen semisal dengan organisasi-organisasi masyarakat, kepemudaan dan juga dengan media konvesional, serta media sosial yang ada agar terjalin kondisi yang kondusif dalam pemilu mendatang tanpa SARA, politik identitas, berita hoax dan ujaran kebencian.
Selain Gatot, tampak hadir Agus Hari Hadi (Akademisi) dan Ali Sodikin (Pengamat Media/Praktisi digital) di acara diskusi yg diselenggarakan oleh Forum Nasional Jurnalis Indonesia (FNJI).
(Khafid Mardiyansyah)