Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri: Media Harus Jadi 'Cooling System' di Tahun Politik

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Jum'at, 28 Desember 2018 |14:47 WIB
Polri: Media Harus Jadi <i>'Cooling System'</i> di Tahun Politik
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA- Kepala Satgas Nusantara Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, isu-isu yang sensitif seperti SARA (suku, agama, ras dan golongan) harus diwaspadai di tahun politik jelang Pilpres 2019.

Menurut Asrena Kapolri itu, Pemilu 2019 memiliki potensi kerawanan. Sebab, ada persaingan dalam internal partai antara caleg dalam parpol dan antar parpol. Menurut dia boleh saja para caleg mencari pendukung suaranya sebanyak mungkin, tapi jangan menggunakan berita hoax, politik identitas, money politik, dan cara-cara yang keluar dari koridor.

Dia menambahkan, analisa kerawanan pemilu 2019 di mana pileg dan pilpres diselenggarakan serentak dengan parlementary threshold 4 persen maka parpol akan bersaing keras merebut suara dalam pileg dan Pilpres.

"Politik identitas, politisasi SARA, berita hoax, ujaran kebencian dengan pemanfaatan isu-isu yang dapat memecah belah, black campaign di gunakan dengan sangat masif di tahun politik ini maka untuk menangani semua itu di bentuklah Satgas Nusantara Polri sebagai 'cooling system' (pendingin) di tengah masyarakat", tegas Gatot dalam diskusi evaluasi akhir tahun dengan tema Pemilu di tengah menguatnya politik identitas, rakyat untung apa buntung? Di Cordela Hotel Senen Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement