nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG: Waspada, Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Pantai Selatan

krjogja.com, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 17:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 02 510 1999069 bmkg-waspada-angin-kencang-dan-gelombang-tinggi-di-pantai-selatan-X9Zwdd3adZ.jpg Ilustrasi Gelombang Tinggi (foto: SINDO)

YOGYAKARTA - Angin kencang dan gelombang tinggi diprediksikan masih akan terjadi dalam seminggu ke depan. Hal tersebut sebagai dampak dari adanya bibit siklon tropis yang teridentifikasi di Teluk Carpentaria Australia dan Samudera Hindia.

Oleh karena itu, Kepala Kelompok Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono meminta masyarakat tetap waspada guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

(Baca Juga: Angin Kencang Rusak Sejumlah Rumah Warga di Pangandaran) 

"Berdasarkan identifikasi yang kami lakukan, terdeteksi adanya bibit siklon tropis 95P di Teluk Carpentaria Australia dan 96S di samudera Hindia (sebelah selatan Jawa) yang semakin menguat. Adanya penguatan itu berdampak pada potensi peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut termasuk di wilayah Selatan Jawa," jelas Djoko.

 

Djoko mengungkapkan, adanya gelombang tinggi dan peningkatan kecepatan angin di Kawasan Pantai Selatan, perlu disikapi oleh masyarakat dengan peningkatan kewaspadaan. Termasuk di dalamnya para nelayan dan para wisatawan yang sedang menikmati liburan di pesisir selatan Pulau Jawa.

(Baca Juga: BMKG: Waspada, Hujan Petir Berpotensi Landa 14 Wilayah di Jawa Barat) 

Dia menambahkan, untuk mengetahui perkembangan kondisi terkini angin kencang dan gelombang tinggi, masyarakat diminta proaktif memantau informasi dari BMKG.

"Kami tidak akan pernah bosan mengingatkan masyarakat untuk waspada terkait potensi angin kencang dan gelombang tinggi. Oleh karena itu, untuk sementara waktu sebaiknya mereka tidak berlayar menuju laut lepas. Selain itu kapal-kapal terutama perahu nelayan dengan ukuran kecil sebaiknya tidak memaksakan diri melaut," pungkas Djoko.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini