nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Xi Jinping Minta Pasukan China Siap Tempur di Tengah Ketegangan dengan Taiwan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 05 Januari 2019 19:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 05 18 2000428 xi-jinping-minta-pasukan-china-siap-tempur-di-tengah-ketegangan-dengan-taiwan-IB72lSbQBg.jpg Foto: Reuters.

SHANGHAI – Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa angkatan bersenjata harus memperkuat kesiagaannya dan melakukan segala sesuatu agar mereka siap untuk diterjunkan dalam pertempuran. Hal itu diungkapkan Xi dalam pertemuan dengan pejabat tinggi militer pada Jumat.

China ingin meningkatkan kekuatan angkatan bersenjata di tengah sengketa wilayah di Laut China Selatan dan meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat mengenai berbagai masalah mulai dari perdagangan hingga status Taiwan.

BACA JUGA: Xi Jinping: Taiwan "Harus dan Akan" Bergabung Kembali dengan China

Berdasarkan laporan Xinhua yang dilansir Reuters, Sabtu (5/1/2019), Xi mengatakan kepada para pejabat tinggi angkatan bersenjata bahwa China saat ini tengah menghadapi tantangan dan risiko yang semakin besar dan militer China harus bekerja untuk mengamankan keamanan dan perkembangan yang dibutuhkan.

Xi, yang juga ketua Komisi Militer Pusat, mengatakan angkatan bersenjata harus menyusun strategi untuk era baru dan mengambil tanggung jawab untuk mempersiapkan dan mengobarkan perang.

"Dunia menghadapi periode perubahan besar yang tidak pernah terlihat dalam satu abad, dan China masih dalam periode penting peluang strategis untuk pembangunan," demikian dikutip Xinhua.

BACA JUGA: Taiwan Tolak Konsep "Satu Negara Dua Sistem" yang Diajukan China

Dia mengatakan angkatan bersenjata harus mampu menanggapi keadaan darurat dengan cepat, diperlukan untuk meningkatkan kemampuan operasi bersama mereka dan mengembangkan jenis pasukan tempur baru.

Komentar Xi itu disampaikan menyusul pidatonya pada Rabu bahwa China masih memiliki hak untuk menggunakan kekuatan untuk “menyatukan kembali" Taiwan ke dalam wilayahnya dan mencegah kemerdekaan pulau itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini