Dia mencoba menuju ke Australia melalui penerbangan lanjutan lewat bandar udara di ibu kota Thailand, Bangkok.
Dia sempat terdampar di Bangkok, setelah bersikukuh tidak mau kembali ke keluarganya. Dia juga mengklaim paspornya disita oleh seorang pejabat Saudi.
Baca juga: Menlu RI Tegaskan Pentingnya Pelindungan Pekerja Migran Bagi Pembangunan Dunia
Rahaf Mohammed al-Qunun membarikade diri di dalam kamar hotel, tempat ia menginap di bandar udara. Dia akhirnya mau keluar setelah permintaannya untuk bertemu dengan perwakilan UNHCR dipenuhi dan tidak akan dideportasi dari Thailand.
Seorang pejabat bagian keimigrasian di kepolisian Thailand, Surachet Hakparn, mengatakan Rahaf dilindungi oleh negaranya.
"Ia sekarang berada di wilayah kedaulatan Thailand, tak seorang dan tak satu pun kedutaan besar dapat memaksanya untuk pergi ke manapun. Kami akan melindunginya sebaik mungkin," ujarnya.
"Karena ia melarikan diri dari masalah dan meminta bantuan, maka sebagai bangsa yang murah senyum, kami tidak akan membahayakan keselamatan mereka. Kami tidak akan melakukan itu, kami akan memegang prinsip-prinsip hak asasi manusia sesuai dengan hukum," kata Surachet Hakparn lebih lanjut.
Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia telah keluar dari Islam, dan merasa takut akan dibunuh oleh keluarganya setelah dipaksa kembali ke Arab Saudi.