nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Selidiki Dugaan Potongan Kepala Manusia yang Dibawa Anjing

Adi Rianghepat, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 10:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 09 340 2001890 polisi-selidiki-dugaan-potongan-kepala-manusia-yang-dibawa-anjing-6l4Yz4sl4B.jpg ilustrasi (Shutterstock)

KUPANG - Aparat Kepolisian Resort Manggarai menyelidiki sebuah benda berupa potongan kepala manusia yang dibuang seekor anjing di perkampungan penduduk Pong Ara, Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT).

Potongan benda seperti kepala manusia itu masih memiliki rambut. "Ya petugas dari Polres Manggarai sedang menyelidikinya apakah itu benar potongan kepala manusia atau bukan," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abraham Abast di Kupang, Rabu (9/1/2019).

 Baca juga: Dilaporkan Hilang, Nenek Ratmikem Ditemukan Tewas di Dasar Jurang

Dirinya mengatakan, Polres Manggarai bekerja sama dengan pihak RSUD dr Ben Mboi Ruteng masih melakukan penyelidikan.

Bekas Kapolres Manggarai itu menceritakan, benda seperti potongan kepala manusia yang berambut itu pertama kali ditemukan seorang warga bernama Texy Waren (43). Benda berbentuk kepala manusia dan berambut itu dibawa oleh seekor anjing dan dilepaskannya tepat di belakang rumah Texy.

Karena terlihat mencurigakan, Texy lalu memeriksa benda itu dan menyampaikan ikhwal benda itu ke Kanis Erong yang menjabat sebagai Ketua RT setempat. Selanjutnya, kedua orang itu lalu melapor ke aparat Bhabinkamtibmas Kelurahan Pitak atas nama Brika Adrianus Jakar.

 Baca juga: Mayat Bugil Pria dan Wanita Ditemukan di Kamar Hotel, 1 Diduga Korban Tembakan

"Lalu Bripka Adrianus melakukan koordinasi dengan personel Polres Manggarai dan melakukan pengamanan dan evakuasi benda tersebut ke Mapolres setempat," kata Jules.

Setelah melakukan sejumlah tindakan kepolisian, benda tersebut lalu dibawa ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng untuk diperiksa secara medis. Namun demikian, belum juga dipastikan benda itu apakah penggalan kepala manusia atau bukan.

"Harus melalui uji forensik untuk memastikannya. Kita tunggu saja hasilnya," kata Jules.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini