OSO: Bawaslu Profesional

Antara, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 20:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 09 606 2002271 oso-bawaslu-profesional-UCDS2LrmII.jpg Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menilai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersikap profesional pasca-keluarnya putusan yang memerintahkan KPU RI memasukkan namanya dalam daftar calon tetap anggota DPD RI 2019.

"Bawaslu profesional," kata OSO seperti dilansir dari Antara, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Sebelumnya, Bawaslu RI memerintahkan KPU RI memasukkan nama OSO dalam daftar calon tetap anggota DPD RI 2019, yang dalam sidang dugaan pelanggaran administratif pemilu oleh KPU dan diajukan Ketua Umum Hanura OSO.

"Memerintahkan Terlapor mencantumkan nama Oesman Sapta Odang sebagai calon tetap peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah 2019 paling lama tiga hari kerja sejak putusan dibacakan," kata Ketua Majelis sidang sekaligus Ketua Bawaslu RI Abhan di Jakarta.

Ilustrasi

(Baca Juga: Diloloskan dengan Syarat, Pengacara OSO Tak Puas dengan Keputusan Bawaslu

Bawaslu mengabulkan tuntutan OSO agar namanya kembali dimasukkan dalam DCT anggota DPD RI 2019, namun jika yang bersangkutan nantinya terpilih dalam pemilu legislatif anggota DPD RI, yang bersangkutan tetap harus mengundurkan diri dari jabatan pengurus partai politik untuk bisa ditetapkan sebagai calon terpilih.

Dalam putusannya, Majelis Sidang mengadili bahwa KPU RI selaku Terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi Pemilu.

Bawaslu memerintahkan KPU untuk melakukan perbaikan administrasi dengan mencabut keputusan KPU sebelumnya tentang penetapan daftar calon tetap perseorangan peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah 2019.

Bawaslu memerintahkan KPU untuk menerbitkan keputusan baru tentang penetapan daftar calon tetap perseorangan, peserta pemilu anggota Dewan Perwakilan Daerah 2019 dengan mencantumkan nama OSO.

(Baca Juga: Bawaslu Putuskan OSO Lolos sebagai Caleg DPD dengan Syarat

Bawaslu memerintahkan kepada KPU untuk menetapkan OSO sebagai calon anggota DPD terpilih pada pemilu apabila yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai pengurus partai politik paling lambat satu hari sebelum penetapan calon terpilih anggota DPD.

 Bawaslu

Bawaslu memerintahkan kepada KPU untuk tidak menetapkan OSO sebagai calon terpilih jika yang bersangkutan tidak mengundurkan diri.

Pleno internal

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan lembaganya akan segera menggelar rapat pleno internal untuk menyikapi putusan Bawaslu memerintahkan KPU RI memasukkan nama OSO dalam daftar calon tetap anggota DPD RI 2019.

"Kami akan gelar Rapat Pleno KPU dahulu untuk menyikapi putusan Bawaslu yang baru diputuskan," kata Arief dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Namun, Arief belum bisa memastikan kapan Rapat Pleno KPU akan digelar untuk menyikapi putusan Bawaslu tersebut. Sementara keputusan KPU terkait suatu kebijakan tidak bisa diambil sendiri oleh dirinya, namun harus dirapatkan dahulu dengan semua komisioner KPU.

Menurut dia, semua keputusan KPU diambil dalam Rapat Pleno KPU sehingga lembaganya mengikuti aturan yang berlaku di internal.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini