nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria Belanda Dirawat di Rumah Sakit Setelah Tiga Jam Berbaring di Atas Bom PD II

Indi Safitri , Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 16:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 11 18 2003206 pria-belanda-dirawat-di-rumah-sakit-setelah-tiga-jam-berbaring-di-atas-bom-pd-ii-rcCvzTtvhh.jpg Ilustrasi.

VENLO – Seorang pria di Belanda berbaring selama tiga jam di atas sebuah bom dari masa Perang Dunia II yang belum meledak. Pria itu tampaknya berusaha untuk membatasi kerusakan yang mungkin disebabkan jika bom itu meledak.

Diwartakan BBC, Kamis (10/1/19), bom itu ditemukan oleh seorang pria warga kota Venlo yang sedang berkebun. Pria itu berbaring menutupi bom itu setelah peledak itu mengeluarkan bunyi siulan, berharap untuk mengurangi dampak ledakan jika terjadi.

Juru bicara layanan keamanan Belanda, Veronique Klaassen mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pria tersebut telah menutupi bom tersebut dengan pasir, dan saat terdengar bunyi siulan dia langsung berbaring meletakkan tubuhnya di bom itu.

Dia mengatakan dia tidak berani bergerak dan dengan segera menelepon layanan darurat di ponselnya.

Klaassen mengatakan kepada AFP, tampaknya tim penjinak bom kementerian pertahanan harus datang dari jauh karena baru tiba pada Kamis sekira pukul 01:00 waktu setempat untuk membebaskan pria tersebut dari posisinya.

Perangkat Perang Dunia II itu digambarkan sebagai granat atau selongsong.

Daerah sekitar lokasi itu telah dievakuasi dan membuat lebih dari 100 warga terkena dampaknya. Bom yang cukup menghebohkan warga setempat itu akhirnya dikonfirmasi tidak lagi memiliki bahan peledak dan penduduk diizinkan untuk kembali ke rumah mereka. Apa yang menyebabkan suara siulan tetap menjadi misteri.

Pria itu dibawa ke rumah sakit karena mengalami gejala hipotermia setelah berbaring di luar ruangan dalam waktu yang lama pada musim dingin.

"Sangat tidak disarankan untuk berbaring di atas bom. Hal terbaik yang harus dilakukan jika Anda menemukan alat peledak adalah menjaga jarak dan menghubungi polisi,” ujar Klaassen.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini