Warga Serbu Pasar Murah yang Digelar Caleg Perindo

Bramantyo, Jurnalis · Sabtu 12 Januari 2019 16:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 12 606 2003561 warga-serbu-pasar-murah-yang-digelar-caleg-perindo-stKit90EMg.jpg Caleg DPR RI dari Partai Perindo Henry Indraguna Gelar Pasar Murah (foto: Bramantyo/Okezone)

BOYOLALI - Kegiatan sosial dengan berbagi kepada wong cilik terus dilakukan calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Perindo demi mendekatkan diri ke masyarakat. Seperti yang dilakukan caleg DPR Dapil Jawa Tengah V, Henry Indraguna.

Menurut Henry mengadakan bazar sembako murah sangat membantu masyarakat kecil. Tidak butuh waktu lama ribuaan paket sembako ludes diserbu masyarakat.

(Baca Juga: Bertarung di Dapil "Neraka", Henry Indraguna Ajak Kader Perindo Kerja Keras) 

Masyarakat dua desa, yakni Kemusu dan Ampel merasa terbantu dengan harga sembako murah yang harganya murah dibanding harga di pasaran.

“Bazar sembako murah ini untuk membantu masyarakat. Kita bantu masyarakat kurang mampu, seharga Rp50 ribu namun mereka tebus Rp. 25 ribu saja. Dan antusiasnya sangat besar sekali," jelas Henry, Sabtu (12/1/2019).

Hari ini ada lanjut Henry ada dua titik lokasi bazar murah. Satu di Kemusu dan satu lagi di Ampel. Dua-duanya wilayah Boyolali. Sekitar 2.000 sembako kita bagikan.

"Syarat untuk mendapatkan sembako murah lanjut Henry, harus warga asli setempat dan membayar Rp25 ribu," paparnya.

Sebagai caleg, lanjut Henry harus sering membantu masyarakat bawah. Jangan hanya di perkotaan saja, namun juga harus dilakukan sampai ke ujung desa, yang tidak banyak disentuh caleg DPR RI.

"Karenanya kita harus turun dan mengetahui apa yang terjadi dan apa yang diinginkan. Nanti kita duduk bersama mencari solusinya," pungkasnya.

(Baca Juga: Sambangi KPU, Henry Indraguna Ajak Pemilih Millennial Tak Golput di Pemilu 2019) 

Disisi lain, Henry calon wakil rakyat dari Dapil yang meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta juga mendapat keluhan dari para petani di wIlayah Nogosari,yang seringkali kesulitan terkait pendistribusian pupuk bersubsidi.

"Saat kita di Nogosari, warga mengeluh sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Ke depan kita akan lihat apakah memang stoknya kurang, atau ada hal lain yang mengarahkan hingga petani harus membeli ke pengecer (pupuk),” pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini