Saat disinggung terkait kemungkinan pesawat tersebut masuk ke wilayah udara Indonesia dikarenakan FIR Kepri yang masih dipegang Singapura, Hadi mengaku bahw hal tersebut belum tentu menjadi alasan untuk pesawat Ethiopian Airlines terbang di wilayah udara Kepri.
"Kemungkinan mereka mengira bahwa radar tidak bisa ditangkap atau kalaupun radar ditangkap, kita tidak bisa memaksa mereka turun, karena kita tidak memiliki armada. Nah, sekarang kita buktikan bahwa kekuatan kita tidak seburuk yang mereka pikirkan. Kekuatan pertahanan kita terus membaik dari waktu ke waktu," ujarnya.
Senada dengan Hadi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan, sistem pertahanan Indonesia telah berkembang. Deteksi dini hingga penurunan paksa ini sebagai bukti bahwa sistem pertahanan Indonesia terus membaik.
"Meskipun kita yakini Indonesia tidak berada dalam ancaman hingga 10 sampai 15 tahun ke depan, tapi sistem pertahanan Indonesia terus dibenahi agar menjadi lebih baik. Tentu saja kita perbaiki secara bertahap," katanya.
(Rachmat Fahzry)