nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres Jusuf Kalla Tinjau Lokasi Terdampak Bencana Banjir dan Longsor Sulsel

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu 27 Januari 2019 14:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 27 609 2010012 wapres-jusuf-kalla-tinjau-lokasi-terdampak-bencana-banjir-dan-longsor-sulsel-JjDLBwBltM.jpg Wapres Jusuf Kalla mendapat penjelasan dari Kepala BNPB Doni Monardo soal banjir Sulsel. Foto: Okezone/BNPB

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di Sulawesi Selatan, Minggu (27/1/2019).

JK datang bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ke Kantor Gubernur Sulsel untuk mendapatkan penjelasan penanganan bencana di Sulsel, kata Humas BNPB Sutopo Purwo.

Salah lokasi yang dikunjugi adalah Bendungan Bili-Bili. Beberapa arahan Wakil Presiden dan Kepala BNPB diberikan kepada Pemda untuk percepatan penanganan darurat dan pascabencana.

Data terbaru 68 jiwa meninggal dan 7 lainnya masih hilang imbas banjir dan longsor di Sulsel.

Foto/Okezone 

Pencarian 7 orang hilang masih dilakukan tim SAR gabungan. BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat.

Baca: Perjuangan Anak Sekolah Sebrangi Jembatan Putus Akibat Air Bah 

Baca: Tolong Cucu saat Banjir di Gowa, Nenek Nur Janna Akhirnya Meninggal Dunia

Penanganan darurat masih dilakukan di Desa Sapaya, Desa Bontomanai, Desa Mangempang, dan Desa Buakang di Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yang mengalami banjir dan longsor dengan jumlah korban 29 orang meninggal.

Foto/Okezone 

Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang. Pembangunan jembatan darurat balley dilakukan oleh TNI dibantu instansi terkait dan warga. Pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan, PMI dan NGO. Dapur umum telah didirikan Brimob Polda Sulses dan Dinas Sosial.

Baca: Ini 13 Wilayah yang Terdampak Banjir dan Longsor di Sulsel 

Prioritas penanganan saat ini adalah membersihkan lumpur dan material yang menutup jalan, lingkungan dan rumah. Material lumpur yang ada di dalam rumah tebalnya ada yang 50 sentimeter (cm) dan kondisinya mulai mengeras sehingga sulit dibersihkan. Alat berat dikerahkan membersihkan material lumpur.

Foto/Okezone 

Sebagian pengungsi sudah pulang ke rumah dan membersihkan lumpur di rumahnya. Surat-surat berharga banyak yang rusak karena tidak sempat dibawa waktu mengungsi.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah permakanan, selimut, matras, pelayanan medis, MCK dan sanitasi, relawan untuk membersihkan lumpur, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur, trauma healing, dan lainnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini