nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Banjir, JK Sepakati Pembangunan Bendungan Baru di Gowa

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 04:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 28 609 2010146 antisipasi-banjir-jk-sepakati-pembangunan-bendungan-baru-di-gowa-ySboIl8sBw.jpg (Foto: Herman/Okezone)

GOWA - Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) meninjau Bendungan Jenelata, Sulawesi Selatan, setelah banjir dan longsor menerjang beberapa kabupaten/kota, khususnya di Kabupaten Gowa.

Dalam kunjungannya, Minggu (27/1/2019), JK melihat langsung jembatan Jenelata yang putus akibat banjir bandang di Desa Tanah Karaeng, Kabupaten Gowa. Selain itu JK juga menyetujui pembangunan bendungan baru dan perbaikan lahan konservasi.

Foto: Herman/Okezone

JK mengatakan, Pemerintah akan membangun bendungan baru di Gowa sebagai langkah mengurangi banjir saat curah hujan tinggi. Pihaknya pun telah membicarakan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Kita targetkan agar tahun ini sudah bisa dibangun bendungannya. Termasuk juga memperbaiki lahan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) yang ada di Gowa," kata JK.

Foto: Herman/Okezone

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, memang sudah seharusnya pembangunan bendungan dilakukan. Bahkan dirinya mengaku telah mengusulkan pembangunan ini sejak 2016.

"Tanggal 22 kemarin memang curah hujannya sangat tinggi, saat terjadi banjir dan longsor, sehingga hasil pertemuan kita tadi ada jangka pendek yang akan diambil yaitu memang sudah sangat medesak untuk dibangunkan Bendungan Jenelata untuk bisa mereduksi banjir yang ada di daerah Gowa dan Makassar," ungkapnya.

(Baca juga: JK: Bencana Sulsel Disebabkan Cuaca dan Kerusakan Lingkungan!)

Dijelaskan Adnan, salah satu penyebab arus air yang begitu kuat dan cepat karena pada saat pembukaan pintu air Bendungan Bili-bili itu bertemu dengan arus kuat dari Jenelata, sehingga inilah salah satu yang mempengaruhi air begitu cepat naik kepermukaan.

"Banyak masyarakat yang bilang air tidak sampai lima menit sudah sampai dada orang dewasa, itu karena bertemunya arus kuat Jenelata ditambah dengan air dari bendungan saat dilakukan pembukaan pintu. Karena itu pembuatan Bendungan Jenelata sudah sangat mendesak dilakukan. Saya juga sudah mengusulkan 2016 lalu pemabangunan bendungan ini," jelas Adnan.

Selain pembangunan Bendungan Jenelata, akan dilakukan pula perbaikan hutan dan lahan-lahan konservasi untuk mencegah terjadinya longsor dalam jangka panjang. Menurut Adnan, dirinya akan berkordinasi dengan pihak terkait agar tegas dalam mengambil sikap terhadap masyarakat yang melakukan pengalihan fungsi lahan.

"Kita duduk bersama di Gubernuran, dan membahas lebih lanjut masalah ini, bahwa yang harus kita lakukan selain pembangunan Bendungan Jenelata tadi, kita juga harus melakukan perbaikan lahan salah satunya dengan reboisasi, serta masyarakat harus tegas dalam yang pengalihan fungsi lahan, agar tak terjadi lagi pengalihan dari lahan konservasi menjadi lahan perkebunan," pungkasnya.

Adnan berharap, pembangunan bendungan bisa segera dilakukan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. "Pihak kementerian PUPR terlebih dahulu melakukan visibilitis studi secepatnya, mudah-mudahan bisa secapatnya dilakukan oleh kemeterian PUPR," harap Adnan.

Sekadar diketahui, saat ini Kabupaten Gowa telah memasuki hari keenam pasca-banjir dan longsor dan menelan 46 korban meninggal dunia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini