nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rektor UNS Serahkan Huntara Korban Gempa di Lombok

Kamis 31 Januari 2019 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 31 340 2012153 rektor-uns-serahkan-huntara-korban-gempa-di-lombok-yaUslCgo5s.jpg Rektor UNS Ravik Karsidi menyerahkan 125 hunian sementara ke korban gempa Lombok, NTB (Foto: Ist)

JAKARTA - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Ravik Karsidi melakukan kunjungan kerja ke Lombok, Nusa Tenggara Barat selama dua hari, 30-31 Januari 2019. Ia menyerahkan 125 unit hunian sementara (Huntara) kepada korban gempa di Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara.

Ravik juga meresmikan penggunaan Masjid Nurul Muttaqin Desa Gumantar yang merupakan sumbangan dari berbagai pihak yang diinisiasi Tim Tanggap Bencana UNS. Penyerahan Huntara dan peresmian Masjid Nurul Muttaqin disaksikan Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifuddin, serta Camat dan Kepala Desa Gumantar.

Diberitakan sebelumnya, UNS telah mendirikan Posko Tanggap Bencana Gempa Lombok yang dipusatkan di Desa Gumantar Lombok Utara. Posko Tanggap Bencana bentuk kerjasama berbagai pihak, seperti RSUD dr. Moewardi Solo, RSO Prof. Soeharso Solo, PMI Solo, Pemkab Sragen, SAR UNS.

(Baca Juga: Korban Gempa Lombok Masih Membutuhkan Air Bersih)

Kemudian, dengan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran UNS, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS Pusat dan Cabang Lombok, Mapala Vagus, IDI dan IBI Klaten serta didukung olah TNI dan Polri.

"Program Tanggap Bencana Gempa UNS di Lombok dibagi menjadi tiga tahap, dimulai dari program tanggap darurat pada minggu pertama pasca-bencana gempa di Agustus 2018," ujar Koordinator Posko Tanggap Bencana Gempa UNS di Lombok, Hartono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/1/2018).

Dekan Fakultas Kedokteran UNS itu menambahkan, pada tahap kedua, tahapan pemulihan dan rekonstruksi, serta tahap ketiga adalah program perkuatan dan pemberdayaan ekonomi pascagempa oleh Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS.

Tahap pemulihan dan rekonstruksi telah dilakukan banyak kegiatan di antaranya pembagian air bersih, pelayanan kesehatan 24 jam, trauma healing, pemulihan administrasi dan pemerintahan desa, perbaikan instalasi air bersih sepanjang 5 KM, pembangunan masjid dan pembangunan rumah semi permanen tahan gempa.

Rektor UNS menyerahkan hunian sementara ke korban gempa Lombok

Program perkuatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pascagempa telah dimulai 15 Januari 2019 selama 45 hari yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN UNS dengan memusatkan pada program pemuliham ekonomi yang berbasis pertanian. Pendampingan kegiatan tanggap bencana dan KKN ini juga dilakukan bersama keluarga Ikatan Alumni UNS di Lombok.

Rektor juga menyerahkan alat pemecah mete untuk peningkatan produksi rumah tangga mete sebagai potensi unggulan di desa tersebut. Potensi yang juga diberdayakan Mahasiswa KKN adalah pemberdayaan desa adat Belek Gumantar yang disepakati bersama masyarakat untuk dikembangkan ke depan sebagai desa wisata.

"Saat ini, ada 60 orang mahasiswa UNS yang sedang melaksanakan KKN di Gumantar dan 40 orang mahasiswa lainnya di desa Malaka. Kedua desa tersebut telah dijadikan desa binaan UNS sejak 2015," ujarnya.

(Baca Juga: Prioritas Penanganan pada Korban Gempa Lombok Terus Berkembang)

Rektor menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengan UNS di dalam program Tanggap Bencana Gempa Lombok tersebut.

Ucapan terima kasih, penghargaan dan penerimaan yang baik oleh Pemerintah Daerah NTB dan Pemkab Lombok Utara serta masyarakat di daerah bencana disampaikan Wakil Bupati Lombok Utara yang telah menerima dengan sangat baik kehadiran tim tanggap bencana gempa dan mahasiswa KKN UNS.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini