Satgas Yonif 328/Dgh Amankan 21 Kg Vanili Selundupan di Perbatasan RI-PNG

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 05 Februari 2019 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 05 340 2013879 satgas-yonif-328-dgh-amankan-21-kg-vanili-selundupan-di-perbatasan-ri-png-261i1EG1b0.jpg Satgas Yonof 328/Dgh amankan 21 kg vanili selundupan di perbatasan RI-PNG. (Foto : Dispenad)

JAKARTA – Untuk kedua kalinya, Prajurit TNI dari Yonif PR 328/Dgh Kostrad dari Pos Pitewi mengamankan kendaraan jenis Toyota Avanza bermuatan 21 kg vanili ilegal tanpa dilengkapi dokumen atau surat resmi di Pitewi, Papua, Minggu (3/12/2018).

Hal itu seperti disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Selasa (5/2/2019).

Menurut Dansatgas, kejadian bermula pada 17.45 Wit saat Serda Fathkur Rohman melaksanakan pemeriksaan rutin bagi kendaraan yang lewat di depan Pos Pitewi.

“Saat diberhentikan untuk dilakukan pemeriksaan, ternyata didapati kendaraan tersebut bermuatan membawa vanili. Saat diminta menunjukkan dokumen resmi, pengemudi tidak dapat menunjukkan dokumen maupun surat resmi,” tutur Mayor Inf Erwin.

Untuk diketahui, vanili memang tidak asing lagi bagi kita. Meski bubuknya dapat diperoleh dengan harga murah di berbagai negara, vanili juga merupakan salah satu rempah-rempah termahal di dunia, dengan harga jual mencapai jutaan rupiah.

“Karena harganya lumayan tinggi, vanili dapat disebut juga sebagai ‘emas hijau’. Selain untuk bahan makanan, vanili juga sebagai bahan susu dan kue,” ucap Erwin.

“Untuk yang kering, seperti yang kita amankan ini, berkualitas super dan jika dijual maka dihargai sekitar minimal Rp3,5-4 juta, maka nilai jual barang sejumlah 21 kg ini tentu sangat menggiurkan,” tuturnya.

Satgas Yonif 328/Dgh Amankan 21 Kg Vanili Selundupan di Perbatasan Papua (Dispenad)

Sebagaimana tugas yang diterimanya, menurut Erwin, Satgas Pamtas yang digelar di ujung perbatasan RI-PNG ini, di antaranya menjamin untuk tidak terjadi atau mencegah infiltrasi dari luar negeri.

“Ini penting kita lakukan karena upaya infiltrasi atau pelintas batas ilegal dapat dimungkinkan terjadi (di wilayah perbatasan), khususnya terkait penjualan barang terlarang, seperti senjata, narkoba, dan lain sebagainya,” ujar Erwin.

“Namun, ternyata dalam realitanya, banyak terjadi kegiatan ilegal seperti ini (penyelundupan vanili),” katanya.

(Baca Juga : Tabrak Anggota TNI, 2 Pembalap Liar Ditangkap di Jakpus)

Lebih lanjut dikatakan guna dilakukan pemeriksaan mendalam, telah diamankan satu orang pengemudi SK (27) dan lima penumpang yang merupakan warga negara Papua Nugini, di antaranya E (50), L (15 ), B (21), T (22 ), dan D (21) yang masuk tanpa melalui prosedur resmi (Pelintas Batas Ilegal), untuk dimintai keterangan.

“Menurut pengakuan mereka bahwa vanili tersebut akan dijual di daerah Jayapura dan setelah laku (mereka) akan kembali lagi ke PNG,” ujarnya.

(Baca Juga : Rakernas PPS Merpati Putih 2019 Digelar di Seskoal)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini