nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Paham Kelola Keuangan, Suhaimi Terdepak dari Seleksi Cawagub DKI

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 13:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 338 2017303 tak-paham-kelola-keuangan-suhaimi-terdepak-dari-seleksi-cawagub-dki-3lSqC9ESZK.jpeg Abdurahman Suhaimi (foto: Okezone)

JAKARTA - Tim panelis uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) cawagub DKI, telah menyerahkan dua nama yang direkomendasikan untuk menggantikan posisi Sandiaga Uno. Kedua nama itu adalah Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Ubedillah Badrun, salah satu anggota tim fit and proper test mengatakan, alasan pihaknya tak meloloskan Abdurrahman Suhaimi sebagai kandidat cawagub karena Ketua Komisi B DPRD DKI itu tak mengerti soal tata kelola keuangan. Hal itu berbanding terbalik dengan kapasitas kedua calon lainnya.

"Mereka (Agung dan Syaikhu) latar belakangnya auditor. Jadi ketelitiannya bisa mempertahankan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Jadi itu yang penting dan ada di dua orang itu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu," kata Ubedillah saat dihubungi, Rabu (13/2/2019).

sd

 (Baca juga: PKS: Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto Cawagub DKI Pengganti Sandiaga)

(Baca juga: M Taufik Belum Tanda Tangan, PKS-Gerindra Batal Berikan 2 Nama Cawagub ke Anies)

Pria yang karib disapa Ubed itu mengakui, kedua calon yang dipilih itu sudah tak diragukan lagi dalam menangani masalah ekonomi di Ibu Kota, jika nanti terpilih dalam pemilihan di DPRD DKI.

Selain itu, lanjut dia, latar belakang Suhaimi yang hanya ahli di bidang agama, membuat dia kurang mampu menjalani roda pemerintahan secara baik dan benar.

"Isu-isu ekonomi juga menjadi perhatian kami karena latar belakangnya Pak Suhaimi kan pendidikan agama, ya jadi saya kira kira itu lah," ujarnya.

Saat ini kedua Partai pengusung Cawagub DKI PKS dan Gerindara sedang melakukan pendalaman atas hasil rekomendasi tim fit and proper test ini. Hal tersebut yang membuat penyerahan nama Cawagub ke Gubernur Anies molor dari Jadwal yang telah disepakati pada Senin, 11 Februari 2019.

 sd

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini