Diketahui tahun 2018, Indonesia mencatatkan penurunan ekspor sebesar 1,04% year on year (yoy), sedangkan impor mengalami peningkatan signifikan, yaitu 12,10% yoy.
Hary Tanoe mengatakan penyebab penurunan ekspor harus diketahui akar permasalahannya, sebab penurunan ekspor bisa diakibatkkan oleh berbagai sebab.
"Kalau permintaan ekspor turun, kita cari pasar baru. Kalau daya saing kita turun, kita benahi. Bagaimana bisa lebih produktif, lebih murah, dengan kualitas tetap sama," ujar Hary Tanoe.
Tantangan lainnya adalah Indonesia bisa mengekspor barang jadi di berbagai sektor mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan hingga pertambangan. Untuk perikanan misalnya, mulai dari penangkapan ikan, cold storage hingga pengolahan harus dilakukan di Indonesia.
"Ke depan, kita harus mampu menggeser dari ekspor barang mentah ke barang jadi. Menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja," kata Hary Tanoe.