nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Niat Pinjam Charger Hape, Pemuda Ini Malah Raba-Raba Bocah 11 Tahun

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 13:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 20 510 2020497 niat-pinjam-charger-hape-pemuda-ini-malah-raba-raba-bocah-11-tahun-OI18O5evQn.jpg Ilustrasi

YOGYAKARTA - Seorang laki-laki warga Jalan Parangtritis, Bantul, Anggito (29) nekat mencabuli seorang anak di bawah umur di Yogyakarta. Saat melakukan perbuatannya, tersangka berada di bawah pengaruh minuman keras yang baru saja ditenggaknya.

Kapolsek Gondokusuman, Kompol Bonifasius Slamet mengungkapkan, dalam kejadian yang berlangsung pada 27 Desember 2018, pukul 20.00 WIB itu, tersangka datang ke rumah korban yang berusia 11 tahun untuk meminjam pengisi daya telepon genggam atau charger.

Tersangka awalnya mencari ke kamar depan, namun tak menjumpainya. Kemudian, tersangka masuk ke kamar korban dan menemukan pengisi daya berada di dekat korban yang sedang tiduran. Tersangka yang sedang dalam keadaan mabuk, tiba-tiba memegang sejumlah bagian tubuh dan alat vital korban. Korban melawan dan meronta.

"Sesaat kemudian ibu korban pulang dan masuk ke kemar tersebut. Korban mengadukan perbuatan tersangka kepada ibu korban, lalu tersangka ditegur dan ia lari," ujarnya, Selasa (19/2/2019).

Atas kejadian itu, ibu korban melapor ke Polsek Gondokusuman. Keesokan harinya, tersangka menyerahkan diri. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka diganjar pasal 82 UU No.35/2014 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Proses hukum kasus ini sudah memasuki tahap kedua, yaitu penyerahan tersangka kepada kejaksaan.

Kompol Boni mengimbau kepada seluruh warga untuk menjauhi minuman keras, yang bisa memicu perbuatan maksiat dan tindakan merugikan lainnya. Selain itu, kepada para orang tua, diminta untuk lebih waspada dalam menjaga anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur.

"Laki-laki yang sudah cukup usia dan berminat dengan lawan jenis, disarankan untuk menikah. Agar tidak ada korban pencabulan lagi atau perbuatan zina," ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini