nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suami Artis Inneke Koesherawati Dituntut 5 Tahun Penjara

Antara, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 14:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 20 525 2020531 suami-artis-inneke-koesherawati-dituntut-5-tahun-penjara-YZNonfiUWB.jpg Fahmi Darmawansyah (Foto: Okezone)

BANDUNG - Fahmi Darmawansyah, terdakwa kasus suap kepada mantan Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husein dituntut maksimal 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta. 

Suami artis Inneke Koesherawati itu dianggap jaksa terbukti bersalah setelah memberikan sejumlah uang kepada Kalapas dan barang berharga demi fasilitas mewah di dalam penjara serta izin untuk bisa ke luar penjara.

"Menuntut dan meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan penjara," ujar jaksa KPK saat persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung seperti dikutip dari Antaranews.com, Rabu (20/2/2019).

(Baca Juga: DPR Pertanyakan Banyaknya Praktik Suap di Lapas

Inneke Khoesherawati

Jaksa menyebutkan Fahmi bersalah sesuai dengan dakwaan Pasal 5 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, Fahmi mendekam di Lapas Sukamiskin karena telah menyuap pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla). Kasus suap tersebut terkait dengan pengadaan monitoring satelit di Bakamla. Jaksa KPK menyebutkan hal itu yang memberatkan Fahmi karena telah mengulangi perbuatannya dengan tuntutan maksimal.

"Hal memberatkan terdakwa mengulangi lagi perbuatannya dan karena terdakwa pernah dihukum atas kasus suap," kata jaksa.

(Baca Juga: Wawan Bantah Izin Keluar Lapas Sukamiskin untuk Kencani Artis di Hotel

Sementara itu, usai persidangan Fahmi mengatakan kecewa dengan tuntutan jaksa KPK. "Saya ini bukan siapa-siapa, dituntut maksimal. Kita tahu, kalau dibandingkan dengan penyelenggara negara. Ini uang, uang saya pribadi, kita juga bukan penyelenggara negara kan," kata Fahmi.

Setelah melalui sejumlah persidangan Fahmi mengaku telah bersikap kooperatif dengan KPK dan mengakui perbuatannya. Namun, sikap kooperatifnya tersebut tidak mempegaruhi tuntutan jaksa.

"Jadi, percuma sama KPK, kooperatif tidak kooperatif akhirnya tidak ada kepercayaan sama orang lain. Saya sudah kooperatif dan kita lihat juga semua orang lain kooperatif, dijebak saja sama KPK," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini